Scroll to Top

Bayi Bisa Alami Penyakit Jantung, Ini Gejala yang Perlu Dikenali

By C Novita / Published on Saturday, 21 Apr 2018

bayi sakit

Bayi bisa alami penyakit jantung, tepatnya adalah Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Tentu hal ini cukup menakutkan apalagi bagi orang tua sang bayi, ditambah lagi penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui.

PJB terjadi saat bayi mengalami kelainan struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung sejak dalam kandungan. Sedihnya, angka penderita penyakit ini cukup tinggi jika dilihat dari catatan data RS Harapan Kita, pada 1.000 kelahiran hidup, 9 bayi mengalami PJB.

Beberapa pemicu munculnya kelainan jantung ini diduga adalah faktor genetika, infeksi rubella, serta kelainan kromosom. Juga adanya pengaruh faktor lingkungan misalnya radiasi dan polusi.

Dokter spesialis jantung Oktaviani Lilyasari menjelaskan gejala yang terlihat saat bayi mengalami PJB:

Warna biru di tubuh

Menurut Oktaviani, adanya warna biru di tubuh bayi perlu segera disikapi serius oleh orang tua.

“Biasanya di selaput lendir, di sekitar bibir atau lidah,” jelas dia.

Selain itu warna biru juga bisa muncul di kuku, wajah, dan beberapa bagian lain. Bayi yang memperlihatkan gejala biru, umumnya mengidap PJB jenis sianotik. Ini akibat kurangnya asupan oksigen ke tubuh bayi.

Selain biru, bayi juga bisa mengalami seperti kejang. “Padahal itu bukan kejang, tapi spel. Aliran darahnya terhambat,” tambah Oktaviani dilansir laman cnnindonesia.com.

Sulit makan

Untuk jenis PJB non-sianotik, bayi tidak akan memperlihatkan warna biru di tubuh. Bayi mengalami lubang di sekat jantung, atau katup jantung tidak sempurna, serta alur pembuluh darah mengalami penyempitan.

Gejalanya bayi sulit mengalami kenaikan berat badan, sulit makan karena sering tersedak, dan sering mengalami infeksi saluran napas bawah. Bayi kerap batuk dan panas, napasnya cepat, juga hidung terlihat kembang kempis.

 

 

 

Komentar Anda