Scroll to Top

Kebiasaan Duduk Lama Punya Efek Buruk Setara Merokok

By C Novita / Published on Sunday, 22 Apr 2018

duduk

Pekerjaan yang mengharuskan duduk lama di kantor ternyata banyak memberikan efek buruk bagi kesehatan. Walau sekilas terlihat nyaman, gaya hidup minim aktifitas ini berbahaya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), efeknya bahkan sama seperti merokok.

Terbiasa duduk berjam-jam sangat mungkin memicu timbulnya penyakit tidak menular, demikian ditegaskan Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi.

“Banyak macamnya, bisa hipertensi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi. Apalagi kalau ditambah dengan makan snack,” jelas Kartini, Jumat (20/4/2018) seperti dilansir laman merdeka.com.

Dia juga menambahkan bahwa orang yang bergaya hidup sedentary itu metabolisme dalam tubuhnya tidak berjalan dengan baik.

“Maka dari itu, pekerja pun punya hak untuk bergerak,” tambahnya.

Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), jumlah pekerja kantoran dengan pola kerja tidak banyak bergerak di tahun 2013 mencapai 26 persen.

Untuk mencegah munculnya masalah kesehatan di kemudian hari, pekerja yang banyak duduk itu harus rutin melakukan peregangan setiap dua jam sekali. Hal tersebut telah dilakukan di Kemenkes, sebagai percontohan.

“Bergerak itu merupakan hak mereka. Maka kita fasilitasi, agar mereka tidak terlalu lama duduk di depan komputer,” ujar Kartini.

Ada rumus yang menjadi patokan saat kegiatan peregangan itu dilakukan, yakni 20-20-20. Artinya, bekerja 20 menit, kemudian diselingi dengan 20 menit melihat lingkungan sekitar, yang mencakup radius jalan kaki 20 meter.

Berbagai organ tubuh akan tetap mendapat asupan aliran darah yang lancar, mata beristirahat dari melihat komputer, juga pikiran kembali fres.

 

 

Komentar Anda