Scroll to Top

Jasad Charlie Chaplin Pernah Dicuri, Pelaku Minta Uang Tebusan

By C Novita / Published on Thursday, 17 May 2018

Charlie-Chaplin

Komedian Charlie Chaplin telah meninggal pada 25 Desember 1977 silam, di usianya yang ke 88 tahun. Namun ternyata jarang ada yang tahu bahwa jenasah atau kerangka aktor legendaris itu pernah dicuri dan disembunyikan selama 11 pekan.

Pencuri terdiri dari dua pria yang menggali kuburan Chaplin yang berada satu mil dari rumahnya di Corsier dekat Lausanne, Swiss, lalu membawanya pergi.

Para pencuri jenasah itu pun meminta uang tebusan sebesar 400 ribu poundsterling, jika keluarga Chaplin ingin mendapatkan lagi jenasahnya.

Tentu saja polisi tak tinggal diam terkait kasus pencurian jenasah komedian ternama itu, dan mulai melakukan pelacakan dengan mengintai 200 telepon umum di wilayah tersebut.

Istri Chaplin, Lady Oona Chaplin (51) tak memenuhi keinginan para pencuri yang meminta uang tebusan besar. “Charlie akan mengira ini konyol,” ucap Lady Chaplin, seperti dikutip BBC.

Setelah 11 pekan dicuri, akhirnya jasad Charlie Chaplin berhasil ditemukan lagi oleh polisi. Pelaku ternyata adalah dua pria bernama Roman Wardas (24) asal Polandia dan Gantscho Ganev (38) asal Bulgaria.

Mereka dikenai tuduhan melakukan pemerasan dan mengganggu ketenangan orang mati, serta divonis pada Desember 1978.

Wardas mengaku nekat melakukan tindakan mengerikan tersebut karena kesulitan keuangan. Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Rekannya, Ganev hanya dijatuhi hukuman 18 tahun bui karena bertindak membantu kejahatan tersebut.

Keluarga Chaplin lantas memakamkan peti mati berisi jenasah Charlie Chaplin dalam kuburan beton anti-pencurian untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut.

 

 

 

Komentar Anda