Scroll to Top

Tim Pilihan Piala Eropa U-21

By Wan Faizal / Published on Monday, 27 Jun 2011

Selesai sudah gelaran Piala Eropa U-21 2011 di Denmark kali ini. Ajang yang rutin digelar dua tahun sekali itu kali ini menampilkan Spanyol sebagai yang terbaik. Semakin membuktikan kedigdayaan Tim Matador di tingkat Eropa maupun dunia setelah tahun 2008 sukses memenangkan trofi Piala Eropa, dan trofi Piala Dunia pada 2010 kemarin.

Spanyol tidak hanya menguasai turnamen kali ini. Pun para pemainnya juga sukses masuk ke dalam tim impian Piala Eropa U-21.

Berikut adalah tim impian Piala Eropa U-21 2011 versi Sidomi.com:

Formasi: 4-3-2-1

David De GeaKiper: David De Gea (Spanyol)

Main: 5

Menit: 480 menit

Kebobolan: 2

Clean Sheets: 3

Masih berusia 20 tahun. Tapi bermain layaknya kiper yang sudah kenyang pengalaman. Tak mengherankan De Gea bisa tampil baik di turnamen ini, karena ia sudah ditempa oleh kompetisi sekelas Liga BBVA Spanyol bersama Atletico Madrid dalam dua tahun terakhir ini. Ia hanya kebobolan dua gol selama turnamen. Pernah berhadapan dengan pemain-pemain sekelas Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan David Villa tentu menjadi tambahan pengalaman yang luar biasa bagi De Gea. Tak heran jika Sir Alex Ferguson sangat bernafsu mendatangkannya ke Old Trafford.

Martin MontoyaBek kanan: Martin Montoya (Spanyol

Main: 5

Menit: 472 menit

Gol: 0

Assist: 1

Salah satu kekuatan di lini belakang Spanyol bersama Alberto Botia, Alvaro Dominguez, dan Didac Vila. Jebolan akademi La Masia ini mampu bermain menyerang dan bertahan sama baiknya. Menorehkan sebuah assist pada Adrian Lopez saat Spanyol menang 3-0 atas Ukraina.

 

 

Yegor FilipenkoBek tengah: Yegor Filipenko (Belarusia)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 1

Assist: 0

Namanya mungkin masih asing di telinga kita. Tapi ia adalah defender yang tangguh. Ketika ikut menyerang, ia bisa menghadirkan bahaya bagi pertahanan lawan. Satu golnya di turnamen ini berbuah tiket gratis menuju Olimpiade 2012 di Inggris. Bukan tidak mungkin, jika ia mampu bermain konsisten, satu atau dua musim lagi kita akan melihatnya bermain bagi klub besar Eropa.

 

Chris SmallingChris Smalling (Inggris)

Main: 3

Menit: 270 menit

Gol: 0

Assist: 0

Dari semua pemain yang masuk ke daftar ini, Smalling adalah satu-satunya pemain yang timnya tidak lolos ke semifinal. Inggris tersingkir lebih awal di babak penyisihan grup B, kalah bersaing dengan Spanyol dan Belarusia. Tapi permainan yang ia tampilkan selama turnamen sangatlah apik. Agak mengejutkan kenapa Stuart Pearce tidak menjadikannya sebagai kapten tim menggantikan posisi Micah Richards, karena secara permainan, ia terlihat lebih dewasa dari rekan-rekannya yang lain. Inggris mungkin akan bernasib lebih buruk jika tak ada Smalling di lini belakang.

Didac VilaBek kiri: Didac Vila (Spanyol)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 0

Assist: 1

Spanyol cukup dominan di posisi bek sayap. Jika di kanan mereka punya Martin Montoya, maka raja di sisi bek kiri adalah Didac Vila. Sama seperti Montoya, bek yang bermain bagi AC Milan ini sangat baik dalam bertahan maupun menyerang. Satu assistnya pada Ander Herrera di babak final memastikan Spanyol meraih trofi Piala Eropa U-21.

 

Javi MartinezGelandang tengah: Javi Martinez (Spanyol)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 0

Assist: 1

Pemimpin sejati di lini tengah Spanyol. Selain berperan sebagai kapten tim, ia juga penguasa lini tengah Spanyol. Pengalamannya bersama tim senior Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 tentu sangat membantunya memimpin skuad muda Spanyol. Layak difavoritkan untuk mengisi posisi Xavi Hernandez di skuad senior La Furia Roja.

 

 

Thiago AlcantaraGelandang tengah: Thiago Alcantara (Spanyol)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 1

Assist: 0

Tak hanya pantas masuk ke dalam skuad impian Piala Eropa U-21. Tapi ia juga layak menjadi pemain terbaik dalam gelaran kali ini. Ia adalah otak dari permainan tiki-taka yang diperagakan Spanyol. Bermain bersama Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets di Barcelona tentu dapat membuatnya dengan mudah mengendalikan lini tengah timnya. Satu golnya di turnamen ini berbuah trofi juara bagi Spanyol.

 

Borek DockalGelandang tengah: Borek Dockal (Rep. Ceko)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 2

Assist: 0

Ia adalah kapten Republik Ceko di turnamen ini. Seorang pemain yang menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di lapangan. Permainannya sangat menonjol di lini tengah Republik Ceko. Penampilan terbaiknya terjadi di pertandingan pembuka ketika dua golnya mengantarkan Republik Ceko menang 2-1 atas Ukraina.

 

 

Gelandang serang: Juan Mata (Spanyol)

Main: 5

Menit: 479 menit

Gol: 2

Assist: 2

Andalan Spanyol dalam melakukan serangan ke pertahanan lawan. Ia mampu menjadi kolektor assist terbanyak sepanjang turnamen, meski hanya dengan jumlah dua assist. Pengalamannya bersama Valencia bermain di Liga BBVA Spanyol maupun di kompetisi antar klub Eropa sangat membantunya untuk bermain baik di turnamen kali ini. Jangan lupakan, ia juga menjadi anggota tim Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010.

 

Gelandang serang: Xherdan Shaqiri (Swiss)

Main: 5

Menit: 480 menit

Gol: 1

Assist: 1

Seorang pemain muda yang cepat dan gesit. Ia adalah andalan utama Swiss ketika melakukan serangan. Sebuah golnya di laga pembuka berandil besar dalam kegagalan Denmark lolos dari fase grup. Di usia yang masih 19 tahun, ia sudah menjadi andalan bagi timnya, FC Basel, dan tim senior Swiss asuhan Ottmar Hitzfeld.

 

 

Penyerang: Adrian Lopez (Spanyol)

Main: 5

Menit: 426 menit

Gol: 5

Assist: 0

Well, tak perlu dijelaskan lagi kenapa ia menjadi striker utama dalam skuad pilihan ini. Menjadi top scorer turnamen dengan rataan satu gol per pertandingan adalah bukti nyata kualitasnya. Sempat mandul di laga pembuka, Adrian menunjukkan ketajamannya di laga-laga berikutnya. Tak heran jika pelatih Luis Milla lebih memilih dirinya ketimbang Bojan Krkic.

 

Pelatih: Luis Milla (Spanyol)

Mampu membawa anak-anak muda Spanyol bermain konsisten di turnamen ini. Mengutamakan permainan umpan-umpan pendek yang memang menjadi ciri khas Spanyol. Pernah berkarier di klub sebesar Barcelona dan Real Madrid dengan pelatih-pelatih hebat tentu membuatnya menyerap ilmu dengan baik untuk kemudian menentukan pilihan strategi terbaik bagi timnya.

 

Cadangan:

Kiper: Yann Sommer(Swiss), Frank Fielding (Inggris)

Bek: Alberto Botia (Spanyol), Kyle Walker (Inggris), Nicolai Boilesen (Denmark), Marek Suchy (Rep. Ceko)

Gelandang: Christian Eriksen (Denmark), Ander Herrera (Spanyol), Granit Xhaka (Swiss), Mike Jensen (Denmark)

Penyerang: Danny Welbeck (Inggris), Admir Mehmedi (Swiss)

Bagaimana dengan pilihan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda