Scroll to Top

Belajar Memahami Disleksia dan Gejala yang Dialami Penderita

By C Novita / Published on Thursday, 07 Jun 2018

letters5-1024x535

Penderita disleksia dengan mudah dikenali dari ketidakmampuannya membaca serta kesulitan mengolah kata-kata. Walau begitu, jika mereka belajar dengan serius dan tekun maka hal itu bisa tidak tampak dan tak mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Bahkan banyak tokoh masyarakat yang diketahui mengidap kelainan tersebut seperti Deddy Corbuzier, Albert Einstein, Sir Winston Churchill, Tom Cruise, Lee Kuan Yeuw, dan masih banyak lainnya.

Asal kata disleksia adalah dari bahasa Yunani ‘dys’ yang bermakna ‘kesulitan’ serta ‘leksia’ yang bermakna ‘kata-kata’.

Menjelaskan hal itu, Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Disleksia Indonesia dr Kristiantini Dewi, Sp A, menyebut ada dua jenis disleksia yang saat ini diketahui. Pertama developmental dyslexia dan kedua acquired dyslexia.

Penderita Developmental Dyslexia mengalaminya sejak lahir sebab terjadi karena faktor genetik, dan itu membuat penderita tidak bisa sembuh. Disleksia tipe ini akan sulit sekali membaca huruf, mengeja, menulis, dan hal yang terkait dengan bahasa.

Namun itu bukan berarti mereka bodoh atau idiot ya, justru kecerdasannya tergolong normal bahkan tinggi.

“Disleksia itu menurut penelitian sekitar 70 persen merupakan keturunan. Namun, sisanya 30 persen, berarti ada faktor lain di luar genetis yang hingga saat ini belum diketahui apa itu penyebabnya,” jelas Kristiantini.

Berbeda lagi dengan tipe acquired dyslexia, mereka ini awalnya normal namun mengalami cedera otak sebelah kiri, sehingga menjadi penderita disleksia.

Secara lebih mendalam, berikut ini gejala atau masalah yang kerap dialami oleeh penderita disleksia, dilansir laman dyslexia-indonesia.org:

Masalah fonologi

Misalnya dalam membedakan antara kata yang mirip bunyi dan penulisannya seperti ”paku” dengan ”palu”. Atau ”lima puluh” dan ”lima belas”. Otak tidak mampu menginput dan mengolah kedua kata yang sama itu.

Masalah mengingat perkataan

Walau cerdas, penderita akan sulit mengingat perkataan. Misalnya nama temannya satu persatu. Mereka lebih mudah mengingat secara kelompok, ‘teman sekolah’ atau ‘teman di rumah’.

Contoh lain, detail sebuah cerita film juga akan sulit mereka ingat, namun garis besar cerita mereka akan paham.

Masalah penyusunan berurut

Penderita disleksia sulit mengingat nama bulan secara urut. Juga nama hari dalam sepekan, atau hal-hal yang berurutan lainnya seperti susunan huruf dan angka. Mereka bahkan kadang sulit memperkirakan apakah uangnya cukup untuk membeli barang atau tidak.

Masalah ingatan jangka pendek

Jika Anda memberi perintah berurutan, misalnya: tutup pintu lalu letakkan tas di meja dan buka jendela, kemudian ambil buku Bahasa Inggris dan kerjakan PR di meja belajar, maka mereka bisa dengan mudah lupa urutannya dan tidak mengerjakan salah satu.

Masalah pemahaman sintaks

Dalam hal tata bahasa, penderita disleksia juga sering kurang paham. Apalagi jika memakai dua bahasa yang berbeda.

 

 

 

Komentar Anda