Scroll to Top

Real Madrid Takkan Berani Bayar 400 Juta Euro Untuk Beli Neymar

By Aden Isna Riadna / Published on Saturday, 09 Jun 2018

Real Madrid Takkan Berani Bayar 400 Juta Euro Untuk Beli Neymar

Real Madrid tidak akan berani membayar 4000 juta Euro untuk membeli Neymar. Demikian yang diklaim oleh presiden LaLiga, Javier Tebas. Ucapan ini muncul setelah isu kedatangan Neymar ke Santiago Bernabeu semakin menguat, menyusul rencana Cristiano Ronaldo hengkang dari klub juara Liga Champions musim ini.

PSG tidak memberikan klausul pemutusan kontrak untuk Neymar yang dibeli dari Barcelona dengan harga 222 juta Euro. Dengan demikian, secara teknis, angka berapapun yang disodorkan oleh tim lain untuk memboyong Neymar dapat ditolak oleh PSG. Permasalahannya, bagaimana jika Real Madrid datang dengan tawaran dua kali lipat yang dikeluarkan PSG untuk membawa sang bintang internasional Brazil ke Parc des Princes.

Secara finansial, jika Real Madrid sampai berani mengirimkan tawaran sebesar 400 juta Euro, akan terjadi perubahan besar-besaran dalam bursa transfer. Pembelian pemain yang biasanya ada di kisaran di bawah 100 juta Euro, melesat begitu saja hingga empat kali lipat. Artinya, rekor transfer baru akan tercipta, dan harga para pemain lain akan meroket lebih tinggi lagi dibandingkan musim panas lalu.

Namun, dikutip Marca, Javier Tebas menegaskan, tidak akan ada hal seperti itu pada musim panas ini. Hanya, ada kemungkinan Real Madrid bisa membujuk PSG.

“Real Madrid tidak akan membayar 400 juta euro yang diperlukan untuk Neymar. Namun, angka-angka yang bisa mereka sodorkan kepada PSG membuka kemungkinan untuk bisa melakukan penandatanganan pemain semacam itu.”

Di luar topik Neymar, Javier Tebas menegaskan La Liga saat ini terus berupaya untuk mengembangkan brand kompetisi ke seluruh penjuru dunia. Atas hal inilah, LaLiga berharap ketergantungan pada bintang seperti Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) bukanlah keharusan lagi seperti dahulu.

“Tujuan kami adalah untuk merek LaLiga berada di atas pemain dan klub, seperti yang terjadi di Liga Inggris. Meskipun, saya tidak ingat kapan terakhir kali pemain Premier League dapat memenangkan Ballon d’Or,” ungkap Tebas.

Komentar Anda