Scroll to Top

Fakta Tentang Susu Kental Manis yang Perlu Diintip

By C Novita / Published on Monday, 09 Jul 2018

susu kental

Surat edaran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait keberadaan susu kental manis sempat mengejutkan kaum ibu. Dalam surat yang ditujukan pada produsen, importir dan distributor itu meminta produsen untuk tidak memakai anak di bawah 5 tahun dalam iklan untuk pemasaran.

Selain itu, mereka juga dilarang memberi visualisasi seakan susu kental manis adalah pelengkap zat gizi. Cara penyajian dengan diseduh air pun tak boleh dilakukan dalam iklan.

BPOM mengeluarkan edaran tersebut dengan tujuan melindungi konsumen, tentunya. Berikut ini beberapa fakta lain yang perlu diketahui konsumen, terkait susu kental manis seperti dilansir Livestrong:

Bukan susu evaporasi

Susu evaporasi adalah susu sapi segar yang sebagian zat cairnya diuapkan agar menjadi lebih pekat dan kental tanpa diberi tambahan gula. Ini berbeda dari susu kental manis, yang kental karena kandungan gula tinggi.

Sebagian besar isinya gula

Lebih dari separuh isi susu kental manis adalah gula, untuk mengawetkan dan meningkatkan konsistentsi produk. Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menilai bahwa dengan gula sebanyak itu maka rentan memicu obesitas dan diabetes.

Tinggi kalori

Kandungan gula yang tinggi menyimpan kalori yang tinggi juga. Ada juga lemak jenuh alias lemak jahat yang jumlahnya sampai 2 gram per porsi. Jenis lemak ini berpotensi memberikan masalah kesehatan kardiovaskuler.

Bukan untuk bayi dan balita

Perlu diketahui bahwa susu kental manis bukan minuman untuk bayi dan balita. Lebih disarankan untuk orang dewasa, sebagai bahan tambahan makanan sehingga penggunaannya terbatas demi menjaga kesehatan jantung dan berat badan.

Tidak berbahaya

Sebagai bahan makanan, susu kental manis tentu tidak berbahaya jika dikonsumsi sesuai takaran wajar.

“Susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Tapi kalau sudah berlebih, apapun itu tidak boleh. Prinsipnya seperti itu,” ujar pakar gizi dari Universitas Indonesia Ahmad Syafiq seperti dilansir Merdeka.com.

 

 

 

Komentar Anda