Scroll to Top

Ada Zat Pemicu Kanker Dalam Kantong Teh Celup?

By C Novita / Published on Tuesday, 31 Jul 2018

teh celup

Teh adalah minuman yang paling banyak diminum oleh manusia setelah air putih. Kebiasaan minum teh bahkan dilakukan setiap hari oleh masyarakat beberapa negara, termasuk Indonesia. Ini disebabkan tanah air kita punya perkebunan teh yang luas dengan produksi berlimpah.

Kemasan teh celup sangat memudahkan penyajian minuman ini, karena kita tak membutuhkan lagi saringan untuk memisahkan daun teh usai diseduh. Namun belakangan muncul kabar bahwa kemasan kantong yang digunakan untuk wadah teh celup ternyata mengandung bahan kimia berbahaya pemicu kanker. Benarkah?

Sertifikat BPOM untuk teh celup

Jika Anda ragu pada keamanan teh celup kantong yang hendak dikonsumsi, maka lihat apakah ada logo BPOM pada kemasannya. Sertifikasi BPOM bagi produk makanan dilakukan untuk memeriksa apakah produk itu aman dikonsumsi masyarakat.

Ada syarat dan standar mutu yang harus dilakukan oleh produsen teh celup jika ingin lolos sertifikasi BPOM, termasuk penggunaan jenis kantongnya. Antara lain adalah, kantong teh tidak boleh mengandung zat klorin. Zat klorin ini adalah pemutih, yang memang bersifat karsinogen atau memicu kanker.

Terlalu direndam membuat teh celup berbahaya?

Ada pula isu yang menyebar bahwa jika teh celup terlalu lama direndam dalam air panas maka bisa berbahaya. Hal ini juga dibantah oleh BPOM yang dalam penjelasannya mengatakan bahwa jika teh celup sudah terdaftar di Badan POM maka keamanannya sudah dievaluasi.

Jadi tidak benar bahwa teh celup bisa memicu kanker jika direndam dalam air panas terlalu lama.

 

 

Komentar Anda