Scroll to Top

Bayi Baru Lahir Bisa Dapat Layanan BPJS, Ini Caranya

By C Novita / Published on Wednesday, 08 Aug 2018

bayi diperiksa

Bayi baru lahir bisa juga mendapat layanan berbasis BPJS dan jadi peserta JKN-KIS? Bisa, namun ada caranya. Semua orang yang menjadi warga negara Indonesia tentu ingin mendapat layanan kesehatan dengan baik. Namun terkadang kendala biaya membuat akses kesehatan sulit diperoleh. Adanya BPJS membuat kendala tersebut dapat teratasi, dan akses kesehatan mampu dijangkau semua kalangan.

Dilansir laman resmi BPJS Kesehatan, janin yang masih berada dalam perut ibunya pun sudah dapat didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

Untuk mendaftarkan bayi (janin belum lahir) jadi peserta JKN-KIS, jika termasuk dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta mandiri, maka pendaftaran dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Nantinya janin akan memakai nama dan nomor identitas orang tua untuk sementara. Nanti jika sudah lahir maka dapat dilakukan perubahan nama dan identitas bayi maksimal 3 bulan usai kelahiran.

Walau sudah terdaftar jadi peserta BPJS mandiri, namun janin masih belum wajib membayar iuran bulanan. Jika sudah lahir, barrulah orang tua membayar iuran selama 1 bulan saja.

Jika pendaftar adalah peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), maka otomatis mendapat jaminan pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan begitu janin lahir. Orang tua tetap harus melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan sehingga nomor kartu bisa didapatkan oleh bayi.

Nomor tersebut dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan bagi bayi lahir, di rumah sakit yang telah ditunjuk.

Jadi Anda sudah bisa mendaftarkan janin dalam kandungan walau belum lahir, sehingga layanan kesehatan BPJS bisa dibeerikan pada buah hati Anda.

 

Komentar Anda