Scroll to Top

Punya Sakit Darah Tinggi Masih Boleh Makan Daging Kambing Kok

By C Novita / Published on Monday, 20 Aug 2018

kregsengan daging kambing

Apakah Anda takut untuk makan walau hanya satu potong daging kambing saat Hari Raya Idul Adha karena punya sakit darah tinggi? Kepercayaan yang beredar saat ini mengatakan bahwa makan menu berbahan kambing akan menyebabkan penyakit hipertensi kumat atau tekanan darah naik.

Menanggapi hal itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Tunggul D. Situmorang membantahnya. Menurut dia, tidak ada satu literatur yang menulis bahwa daging kambing menyebabkan darah tinggi.

“Itu harus diluruskan. Tidak ada di buku manapun yang mengatakan makan daging kambing menyebabkan hipertensi,” ucap dr Tunggul.

Walau begitu, dia juga tidak menganjurkan penderita makan terlalu banyak daging kambing, utamanya bagian lemak. Penyebabnya adalah, semua daging merah termasuk sapi dan kambing, memiliki kandungan lemak jenuh. Ini dapat memicu naiknya kolesterol serta menimbulkan penyakit jantung.

“Biasanya penyakit itu suka datang secara bersamaan. Hipertensi, kolesterol, diabetes melitus, dan asam Darurat. Jadi tetap harus dibatasi,” ungkap Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia seperti dilansirr laman okezone.com.

Munculnya mitos bahwa makan daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah naik ternyata disebabkan oleh tingginya kandungan natrium atau garam dalam berbagai menu olahan daging.

Selain itu, umumnya rumah makan menggunakan bahan penyedap masakan seperti MSG dalam masakan mereka. Ini juga berpengaruh pada naiknya tekanan darah.

“Faktor penyebab hipertensi jelas garam. Ketika ada orang yang terkena hipertensi dan tidak diketahui penyebabnya apa, itu pasti karena konsumsi garam berlebih,” tambah dia.

Jadi bukan daging kambingnya yang meningkatkan tekanan darah, melainkan kandungan garam dalam masakan tersebut.

 

Komentar Anda