Scroll to Top

Dalam 9 Bulan, Pemain Real Madrid Mencetak Hattrick Menginjak Pemain Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 22 Jan 2012

El Clasico bisa jadi merupakan laga paling menyorot perhatian dunia. Dua klub terbaik di planet bumi, Barcelona dan Real Madrid, berduel satu sama lain untuk membuktikan siapa yang terhebat.

Pepe Messi

Sayangnya, belakangan laga ini ternodai. Mulai dari aksi diving berlebihan pemain Barcelona hingga yang terfatal adalah peragaan kaki-kaki kayu pemain Real Madrid.

Sejak April 2011, tercatat sudah 8 El Clasico digelar. Yang agak miris, tercatat tiga kali pula pemain Real Madrid terbukti menginjak para pemain Barcelona. David Villa, Pedro Rodriguez, hingga Lionel Messi menjadi korban aksi pemain Real Madrid yang kurang sabar untuk meraih kemenangan.

Aksi pertama dilakukan oleh bek Real Madrid, Alvaro Arbeloa. Pemain yang juga rawan kartu merah ini pernah melakukan aksi tak senonoh ketika berjumpa Barcelona di final Copa del Rey. Dalam laga yang dimenangi Real Madrid 0-1 itu, Arbeloa terbukti menginjak kaki David Villa. Coba dilihat di video berikut ini pada menit 0:48.

Mungkin Villa memang berlebihan dalam mengekspresikan rasa sakitnya. Namun, aksi Arbeloa menginjak kaki Villa juga bukan hal yang layak ditoleransi.

Kejadian konyol serupa terjadi di semifinal Liga Champions leg pertama. Kali ini giliran Marcelo yang mengelurkan aksi tak kalah “kejam”. Korbannya adalah Pedro Rodriguez, yang kebetulan dibenci Madridistas karena divingnya yang cukup memukau. Pedro jatuh ke tanah setelah sundulannya melayang ke sis gawang Real Madrid. Saat itulah Marcelo menginjak kakinya.

Aksi ketiga tentu tindakan Pepe menginjak Lionel Messi dalam laga Kamis lalu. Messi yang terduduk, disantap jarinya oleh Pepe.

Rasanya cukup aneh para pemain Real Madrid rela merusak citranya dengan tindakan brutal dalam tiga video di atas. Terlepas bahwa pemain Barcelona memang kerap diving berlebihan, seolah tersenggol sedikit mereka sudah “menangis”, cara-cara ini sangat tidak terpuji.

El Clasico semestinya menjadi pertandingan besar sesuai labelnya. Di dalam laga tersebut, kita berharap ada aksi-aksi memukau, gol-gol indah, dan adu strategi brilian antara kedua kubu. Tentu ada cara lebih baik untuk mengakhiri laga yang paling diminati di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda