Scroll to Top

Korea Selatan Alami Tingkat Kelahiran Paling Rendah, Ini Sebabnya

By C Novita / Published on Saturday, 08 Sep 2018

Bayi Korea Joget

Angka kelahiran di Korea Selatan (Korsel) berada pada titik terendah sehingga membuat pemerintah dan pembuat kebijakan di negara tersebut khawatir. Hal tersebut dalam jangka panjang dapat memengaruhi masa depan ekonomi dan sosial Korsel.

Menurut hasil penelitian terbaru, tingkat kelahiran di negara ginseng itu turun sampai ke angka 0,96 persen di tahun 2018 pertengahan. Hal tersebut baru terjadi, yakni tingkat kelahiran ada pada posisi angka nol sebelum titik desimal, demikian dilansir laman New York Post, Jumat (6/9/2018).

Penyebab rendahnya tingkat kelahiran di negara tersebut, diduga karena tingginya biaya hidup yang harus dikeluarkan oleh penduduk Korsel. Biaya hidup di kota-kota besar Korsel memang makin meningkat belakangan ini.

Kaum wanita yang juga harus bersaing dengan kaum pria dalam pekerjaan, adalah faktor penyebab lainnya. Mereka ini lebih memilih fokus pada karir ketimbang menikah dan punya anak.

Makin parahnya, prospek pekerjaan untuk generasi muda memburuk sehingga kaum muda harus berjuang untuk mencari pekerjaan yang layak.

Melejitnya harga properti atau rumah tinggal, adalah penyebab lain yang memicu pasangan di Korea Selatan berpikir ulang jika ingin punya anak.

Untuk meningkatkan lagi angka kelahiran, pemerintah Korsel membuat program penitipan anak gratis dan pembayaran tunai kepada ibu hamil. Jadi jika ada ibu yang hamil serta melahirkan, mereka mendapat uang tunjangan dari pemerintah. Akan tetapi program tersebut tetap tidak dapat meningkatkan angka kelahiran ke posisi normal.

“Ini mendekati tingkat bencana,” jelas Lee Bong-joo dari Seoul National University pada The Guardian.

Tingkat kelahiran di Korea Selatan ini masih di bawah Jepang yang juga rendah selama beberapa tahun belakangan.

 

 

Komentar Anda