Scroll to Top

Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura Bulan Muharram, Ini Niatnya

By C Novita / Published on Tuesday, 18 Sep 2018

puasa-asyura

Pada bulan Muharram ini ada hari yang secara khusus dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa sunnah yakni tanggal 10 Muharram, atau disebut sebagai puasa Asyura. Pada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim nomor 1162 disebutkan bahwa seorang sahabat bernama Abu Qotadah Al Anshoriy berkata:

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Besarnya manfaat atau pahala dari melakukan puasa hari Asyura atau tanggal 10 Muharram tersebut tentu membuat kaum muslimin berbondong-bondong ingin melaksanakannya. Siapa yang tak mau dosanya dihapus selama setahun, bukan?

Namun perlu diketahui bahwa di tanggal 10 Muharram, Yahudi juga memiliki kebiasaan melakukan puasa. Untuk menyelisihi atau membedakan ibadah kaum muslim dari Yahudi, maka Rasulullah juga menganjurkan untuk melakukan puasa sehari sebelum hari Asyura.

Jadi pada tanggal 9 Muharram pun disunnahkan melakukan puasa sunnah yang disebut sebagai puasa hari Tasu’a.

Untuk tahun 2018 ini, puasa hari Tasu’a dan hari Asyura jatuh pada tanggal 19 September dan 20 September.

Berikut adalah niat puasa yang dapat Anda lafalkan sebelum melakukan puasa sunnah, tepatnya di malam hari sebelum berpuasa sunnah.

Niat puasa Tasu’a:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatit tasuu’aa lillaahi ta’ala (Aku berniat puasa sunnah tasu’a esok hari karena Allah SWT).

Niat puasa Asyura:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatit asyuraa lillaahi ta’ala (aku berniat puasa sunnah Asyura lillahi ta’ala).

 

 

Komentar Anda