Scroll to Top

Ini Efek Buruk Anak yang Terlalu Banyak Konsumsi Gula

By C Novita / Published on Thursday, 11 Oct 2018

gula

Menurut penelitian, anak-anak yang selalu mengonsumsi makanan tinggi gula kemungkinan tumbuh menjadi orang dengan kepribadian brutal, suka konsumsi alkohol serta merokok. Perilaku berisiko tersebut dapat muncul mulai usia 11 hingga 15 tahun.

Studi lain mengungkap fakta senada, bahwa anak yang banyak makan permen dan minuman berenergi akan cenderung menjadi pengganggu. Dalam hal ini peneliti mengatakan minuman berenergi berpengaruh paling buruk sebab kandungan kafeinnya.

Mengapa demikian? Dalam studi lain dikatakan bahwa kadar gula tinggi dalam asupan anak pun bisa memicu potensi suka berkelahi, atau menjadi pemabuk.

Dilansir laman Daily Mail, studi yang dilakukan oleh Bar Ilan University di Israel itu melibatkan 137.284 orang anak usia 11, 13, atau 15 tahun. Mereka tidak saja berada di Israel namun juga dari 25 negara di Eropa serta Kanada.

Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan jumlah asupan gula anak-anak tersebut dengan seberapa sering mereka melakukan perbuatan kurang terpuji seperti berkelahi, mengganggu, merokok, minum alkohol, serta mabuk.

Ilmuwan terkejut dengan fakta bahwa ada hubungan antara jumlah asupan gula dengan perilaku buruk dan mengganggu.

Menurut National Health Service (NHS), lembaga kesehatan di Inggris, jumlah asupan gula yang disarankan untuk anak di atas 11 tahun adalah tidak lebih dari 30 gram gula per hari.

Sementara untuk usia 4 sampai 6 tahun maka konsumsi tak boleh lebih dari 19 gram gula per hari.

Akan tetapi secara spesifik peneliti mengatakan bahwa perilaku buruk berasal dari zat adiktif dalam permen serta cokelat, termasuk kafein pada minuman.

 

 

 

Komentar Anda