Scroll to Top

CS Vise Dikritik Fans Lokal Akibat Kerap Mengabarkan Pemain Indonesia

By Ibnu Azis / Published on Friday, 27 Jan 2012

Akun Twitter CS Vise

Akun Twitter CS Vise, @CSVISEOfficiel, sebuah Klub Divisi 2 Liga Belgia, dikritik fans lokal (Kota Vise) akibat terlalu masive dalam mengabarkan berita terkait empat pemain Indonesia yang berlabuh di klub tersebut. Seperti apa?

CS Vise sangat loyal terhadap tweeps tanah air. Betapa tidak, klub ini bahkan menjanjikan akan membagikan enam official jersey Nike CS Vise yang dipakai empat punggawa Tim Nas Garuda muda di klub tersebut.

Mereka adlaah Syamsir Alam, Yandi Munawar, Alfin Ismail Tuasalamony, serta Yericho Christiantoko. Syaratnya sangat mudah. Hanya men-follow akun Twitter CS Vise yang beralamat di @CSVISEOfficiel.

Akibat perhatian lebih ini ternyata fatal. Meski telah dimiliki oleh keluarga Bakrie, CS Vise sejatinya adalah klub Liga Belgia. Tentu saja mereka memiliki fans lokal Belgia. Khususnya di Kota Vise. Dan mereka akhirnya mengritik klub tersebut.

David Liz lewat akun Twitter @David23Liz adalah fans yang paling getol mengritik. Ia sampai dua kali menuliskan protes di akun Twitter-nya. Berikut diantaranya.

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/David23Liz/status/162195446498983937″]

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/David23Liz/status/162198466708242433″]

Dan berikut adalah jawaban @CSVISEOfficiel atas keluhan fans lokal mereka, @David23Liz.

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/CSVISEOfficiel/status/162197006629093377″]

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/CSVISEOfficiel/status/162197408678293504″]

[blackbirdpie url=”http://twitter.com/#!/CSVISEOfficiel/status/162208288526708736″]

Sah-sah saja jika CS Vise mengabarkan porsi lebih tentang pemain Indonesia. Sebab jumlah followers terbanyak @CSVISEOfficiel adalah dari tanah air. Pun juga klub ini telah menjadi milik Bakrie Group. Dengan demikian terserah mereka kebijakan apa yang hendak ditempuh. Termasuk soal Twitter.

Namun yang patut diperhatikan, CS Vise adalah klub Belgia. Klub ini lahir, tumbuh, dan berkembang di Kota Vise, Belgia. Tentu saja mereka punya fans sendiri. Seyogyanya CS Vise turut mendengar apa suara hati mereka. Jangan hanya karena uang (akuisisi) maka aspek nasionalisme hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda