Scroll to Top

Ketika Wasit Lupa Memberi Kartu Merah untuk Sergio Busquets?

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 28 Jan 2012

Bersama wasit Fernando Teixeira Vitienes, Barcelona memang tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir. Mereka cuma mencatatkan 2 hasil seri melawan Real Madrid dan 2 kali kekalahan, dari Real Sociedad dan Getafe.

Busquets Kartu Merah

Uniknya, Mei 2010 lalu, wasit yang sama, pernah melakukan hal yang cukup kontroversial di mata umum. Teixeira seolah-olah lupa memberi kartu merah kepada Busquets.

Hal ini terjadi dalam laga Villarreal menghadapi Barcelona. Dalam pertandingan lanjutan La Liga pada 1 Mei 2010 itu, Barcelona sukses menghancurkan Kapal Selam Kuning di El Madrigal dengan skor telak 1-4. Barcelona unggul dengan mudah pada babak pertama. Skor sudah 0-3 ketika turun minum. Joseba Llorente memperkecil kekalahan 1-3. Beberapa saat kemudian, terjadilah hal “ganjil”.

Kejadian unik berlangsung di menit 79. Dari tayangan televisi, Sergio Busquets mendapatkan kartu kuning. Padahal, pada menit 62, ia sudah memperoleh kartu kuning pertama.

Busquets sendiri sempat bingung. Kalau ia mendapatkan kartu kuning kedua mengapa kartu merah tidak keluar? Bahkan, kala itu, Teixeira malah menyuruhnya untuk keluar lapangan demi pergantian pemain. Ya, kala itu Busquets diganti oleh Yaya Toure.

Usut punya usut, ternyata Teixeira tidak lupa memberi kartu kuning. Yang ia maksudkan, kartu kuning itu mengarah pada Joseba Llorente yang berdiri di belakang Busquets. Llorente sendiri mendapatkan kartu tersebut karena mendorong Busquest. Kita bisa melihat dorongan Llorente itu  di menit 0:39 hingga 0:42 di video di atas.

Tidak hanya Busquets yang bingung. Semua penonton pun demikian. Mereka mengira, wasit memberikan kartu kuning itu kepada Busquets, bukan Llorente. Sebuah “tipuan” tidak sengaja dari kamera; ataukah kesalahan wasit yang tidak diakui?

Hingga hari ini, kejadian ini masih diperdebatkan. AS, koran Madrid yang membela Real Madrid, menampilkan video ini untuk menyebut Teixeira sebagai “penjahat kambuhan”. Mengingat, ada keputusan kontroversial sang wasit di El Clasico kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda