Scroll to Top

Jailbreak adalah Hak Asasi dan Bukan Kriminalitas

By Ibnu Azis / Published on Saturday, 28 Jan 2012

Jailbreaking

The Electronic Frontier Foundation (EFF) telah memulai kampanye untuk memertahankan dan memerluas pengecualian untuk Digital Millennium Copyright Act (DMCA) dalam upaya untuk melindungi jailbreakers (oknum jailbreaks) dan remixers video.

“DMCA ini seharusnya untuk memblokir pelanggaran hak cipta, tapi sudah disalahgunakan untuk mengancam pengguna yang hanya ingin membuat perangkat mereka lebih aman dan lebih fungsional,” papar Staf Jaksa Senior EFF Marcia Hofmann.

Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menangani urusan hak cipta harus mendengar keinginan pengguna tersebut yang ingin memodifikasi software pilihan mereka pada gadget mereka sendiri.

Secara khusus, EFF meminta untuk melindungi aktivitas jailbreaking pada smartphone, tablet, dan sistem pada video game. Mereka juga menuntut untuk membebaskan dalam menjalankan sistem operasi dan aplikasi dari sumber manapun.

Seperti dilaporkan TG Daily, EFF juga meminta perlindungan hukum bagi seniman serta kritikus yang menggunakan kutipan dari DVD atau layanan internet video untuk membuat remix atau sesuatu yang baru.

“Penafsiran hukum hak cipta yang berlebihan akan menyakiti kebebasan ekspresi rakyat Amerika dan hak inovasi. Itulah yang kami perjuangankan di kongres dengan tuntutan internet blacklist seperti sopa dan PIPA, dan itulah apa yang kita berjuang di sini,” tegas Staf Jaksa EFF Mitch Stoltz.

Secara eksplisit Mitch Stoltz mencoba menekankan jika aktivitas jailbreaking bukanlah sebuah tindakan kriminal namun melainkan hak asasi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda