Scroll to Top

Ibu Kandung Ruvita Curigai Bujukan Ibu Maya Penyebab Ruvita Kabur

By Kamelia / Published on Sunday, 29 Jan 2012

Keputusan Vita kabur dari rumah dan memilih untuk tinggal bersama ibu angkatnya, Maya, di Sorong, Papua Barat membuat hati Ibu Kandungnya, Lili Sutriani kecewa dan sakit hati.

Ruspita memeluk ibu angkatnya
Ruspita memeluk ibu angkatnya

Ibu Lili curiga bahwa Maya telah membujuk Vita dengan sesuatu hingga berhasil mengambil hati anak gadisnya itu.

“Seperti diiming-imingi sesuatu agar Vita lebih memilih tinggal bersamanya,” ungkap ibu Lily.

Tak hanya diam, Ibu Lili akan meminta bantuan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengambil hak pengasuhan anaknya itu.

Sampai saat ini Lily mengaku heran dan tak habis pikir, apa salah dirinya, suaminya, dan anak lelakinya, hingga anak kandungnya sendiri memilih tinggal bersama orang lain.

“Kalau mau dianggap ibu angkat, jangan cuma hanya bicara, anak saya mau diangkat anak. Kalau mau diangkat anak ya istilahnya ada izinlah,” tutur perempuan berusia 50 tahun itu.

Vita sendiri mengaku pada Kepala Subdirektorat Remob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, bahwa dirinya kabur karena kemauan sendiri, alasannya karena nggak nyaman.

Apa karna kondisi perekonomian keluarganya yang terbilang kurang mampu?

Vita juga menyatakan bahwa jika ia di rumah, ia tidak diijinkan sekolah, karena disuruh syuting terus. Padahal menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, yang telah memantau kasus ini, Vita bukan tulang punggung keluarga, karena Vita saat ini hanya pemeran figuran, yang penghasilannya tak seberapa.

Ibu Lili sebagai ibu kandung Vita merasa sakit hati, ia mengatakan bahwa hati ibu mana yang tak sakit hati jika anak kandungnya tak betah tinggal bersamanya.

“Sekarang bagaimana perasaan dia (ibu Maya) jika salah satu anaknya diambil dengan cara seperti ini? Apa nggak mikirin perasaan saya,” ungkap Lili pada insert.

Ibu Lili juga membantah jika anaknya dilarang sekolah. Ruvita ingin pindah sekolah yang taraf internasional. Karena perekonomian orang tuanya yang kurang mampu, tentu saja hal itu tidak mungkin di lakukan. Orang tua nya hanya sanggup menyekolahkannya di sekolah biasa. Namun Vita sendiri yang gengsi untuk sekolah di sekolah biasa.

Ibu Lili juga berpesan kepada Vita, bahwa jangan sampai ia menjadi anak durhaka, yang lupa dengan orang tua kandungnya sendiri. Bahkan ayah kandungnya menjadi linglung akibat ulah anak kesayangannya itu.

“Pesen mama cuma satu, jangan durhaka, itu aja,” pesan Lili untuk Vita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda