Scroll to Top

Google Membeli Bekas Pabrik Kertas untuk Dijadikan Data Center Masa Depan

By Ibnu Azis / Published on Monday, 30 Jan 2012
Joe Kava
Joe Kava, Google's head of data center operations and construction

Pada bulan Februari tahun 2009 silam, Google telah membayar sekitar USD 52 juta untuk sebuah pabrik kertas yang telah ditinggalkan di Hamina, Finlandia. Pabrik tersebut sudah sangat tua. Hampir setengah abad lebih usianya.

Uniknya, bagian dari bangunan pabrik kertas tersebut yang telah dibeli Google termasuk sebuah terowongan bawah tanah.  Terowongan ini dulunya digunakan untuk menarik air dari Teluk Finlandia. Awalnya, air dingin Laut Baltik digunakan pabrik untuk mendinginkan pembangkit steam. Dan Google melihatnya sebagai cara untuk mendinginkan server-nya kelak.

Beberapa kamera robot  dengan remote telah dioperasikan di bawah air dalam perjalanan ke jaringan pipa minyak untuk memeriksa terowongan aktif melalui batuan dasar granit di bawah pabrik.

Kantor Server Google di Finlandia

Tak terduga sepanjang 450 meter dari semua terowongan tersebut dalam kondisi sangat baik. Dan pada bulan Mei 2010, terowongan granit ini digunakan Google untuk sebagai pendingin server. Terowongan granit dapat menghemat energi listrik yang biasanya digunakan di pusat-pusat data di dunia.

“Ketika seseorang memberitahu Anda kami telah memilih situs pusat data berikutnya dan itu adalah pabrik kertas yang dibangun pada tahun 1953, reaksi pertama Anda, apakah mungkin? Bagaimana membuat sebuah pusat data di bangunan setengah abad?” tegas Joe Kava, Google’s head of data center operations and construction, seperti ditulis Wired dan dikutip SidomiNews.

Joe Kava mengutip ini sebagai contoh utama tentang bagaimana Google ‘berpikir di luar kotak’ ketika membangun pusat data. Google bekerja untuk menciptakan fasilitas yang efisien dan baik kepada dunia di sekitar mereka. Tapi lebih dari itu, Google di Hamina adalah pusat data yang ideal untuk era green internet.

“Tapi kami benar-benar bersemangat untuk belajar bahwa pabrik yang digunakan untuk pendinginan air laut. Kami ingin membuat ini sebagai fasilitas hijau sebagai mungkin. Dan menggunakan kembali infrastruktur yang ada adalah bagian besar dari itu,” Joe Kava menambahkan.

Google berada di garis depan gerakan ini. Bangunan baru namun dengan usia fasilitas yang usang, tidak hanya di Finlandia. Namun di Belgia, Irlandia, dan di seluruh Amerika Serikat (AS). Perusahaan internet lain segera akan mengikuti langkah Google.

The heat exchanger room in Google's Hamina data center

Seperti Amazon, Microsoft, dan Facebook. Tahun lalu, Facebook membuka pusat data di Prineville, Oregon yang beroperasi tanpa pendingin. Pendingin server dengan udara luar. Dan baru-baru ini, Facebook telah  mengumumkan bahwa mereka akan membangun fasilitas kedua di Swedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda