Scroll to Top

Lima Klub Terproduktif di ISL

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 30 Jan 2012

Hingga Minggu kemarin, ISL menggelar lebih dari 70 pertandingan. Dari jumlah tersebut, tercatat ada lima klub terproduktif berikut ini.

Sriwijaya FC persipura

1. Sriwijaya FC (22 Gol, 10 kali main)

Sriwijaya FC beruntung memiliki Keith Kayamba Gumbs yang tidak mengenal usia. Meskipun sudah begitu uzur, masalah ketajaman, Gumbs bisa bersaing dengan penyerang yang berusia 15-18 tahun lebih muda darinya di ISL. Total, duetnya bersama Hilton Moreira menghasilkan 16 gol, atau 73% dari jumlah gol  Laskar Wong Kito.

Sayangnya, kesuburan duet lini depan Sriwijaya FC ini juga bisa menjadi bumerang. Jika keduanya dimatikan atau tidak dalam performa terbaik, hasil buruk bisa sewaktu-waktu mengancam pasukan Kas Hartadi. Tiga pencetak gol lain dari Laskar Wong Kito adalah Siswanto, Ahmad Juprianto (2 gol), dan Firman Utina (1 gol). Satu sisanya adalah gol bunuh diri Suroso. Hal ini juga membuktikan betapa tergantungnya Sriwijaya FC pada para pemain asing.

2. Persipura (20 Gol, 10 kali main)

Sang juara bertahan masih terus membuktikan bahwa merekalah yang terbaik di ISL. Kembalinya Alberto ‘Beto’ Goncalves di lini depan Mutiara Hitam membuat daya gedor Persipura semakin mengerikan. Beto sudah mengemas 7 gol. Di bawahnya, ada pemain kesayangan Indonesia, Boaz Sollosa dengan 5 golnya.

Sang pengatur serangan, Zah Rahan Krangar juga sudah mengoleksi 3 gol. Jika dibandingkan, jumlah gol pemain Papua dengan pemain asing di Persipura cukup imbang, 50:50, yang menjadikan mereka sebagai salah satu klub ISL yang paling rendah ketergantungannya terhadap pemain asing.

3. Mitra Kukar (19 Gol, 9 kali main)

Musim ini kehadiran Marcus Bent membuat klub asal Kalimantan ini menjadi salah satu tim dengan lini depan paling menakutkan. Namun, penyerang tersubur justru jatuh pada Nemanja Obric dan Jajang Mulyana yang mengoleksi 4 gol. Bent ada di posisi berikutnya bersama bek agresif, Hamka Hamzah. Jika ditotal, perbandingan gol pemain asing dan pemain Indonesia di Mitra Kukar adalah 53:47 dari total 100% gol Mitra Kukar.

4. Pelita Jaya (19 Gol, 10 kali main)

Mohammad Safee bin Mohammad Sali, atau lebih dikenal dengan nama Safee Sali masih menjadi tumpuan harapan Pelita Jaya. Ia sudah mengoleksi 6 gol. Di bawahnya ada nama Aleksandar Bajevski dan Greg Nwokolo yang sudah mencatat 5 gol. Berkat naturalisasi Greg dan Igbonefo, perbandingan gol pemain asing di Pelita Jaya dengan pemain lokal menjadi 58:42. Namun, jika keduanya tetap dihitung sebagai pemain “asing”, Pelita mencatat jumlah jomplang. Cuma Joko Sasongko (2 gol) satu-satunya pemain Indonesia murni yang bisa mencetak gol untuk The Young Guns.

5. Persiwa Wamena (17 Gol, 10 kali main)

Satu lagi wakil Papua yang kini berada di peringkat kedua klasemen. Persiwa begitu hebat di kandang dengan koleksi 6 kemenangan dari 6 laga. Namun, ketika berlaga di luar kandang, mereka belum pernah menang. Persiwa sangat bertumpu pada duo Liberia, Eddy Foday Boakay dan Erick Weeks Lewis.

Dari dua pemain ini sudah hadir 9 gol. Namun, bukan berarti pemain Indonesia tidak mampu mencetak gol. Pieter Rumaropen menjadi top skorer lokal The Highlander. Perbandingan pemain asing dan pemain lokal dalam mencetak gol adalah 53:47.

Sebagai catatan, jika kita menghitung rerata gol dalam setiap pertandingan, Mitra Kukar, Pelita Jaya, dan Persiwa masih kalah dengan dua klub lain di papan tengah. Mereka adalah Persela (16 gol, 8 kali main) dan Persiba (16 gol, 8 kali main). Kedua tim ini mengandalkan para striker asing pula. Terutama Persiba Balikpapan yang bertumpu pada trio Kenji Adachihara-Shohei Matsunaga-Aldo Baretto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda