Scroll to Top

10 Momen Piala Dunia Paling Bersejarah (bagian 2)

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 29 Jun 2011


Piala Dunia merupakan turnamen sepakbola terbesar. Sepanjang penyelenggaraannya sejak 1930 hingga 2010 kemarin, ada begitu banyak momen yang tidak hanya menguras emosi, tetapi juga kadang mencengangkan dan tidak masuk akal. Berikut ini kelanjutan 10 momen Piala Dunia paling bersejarah.

 

6. Kartu Merah David Beckham

Pada Piala Dunia 1998, terjadi pertandingan yang menguras emosi dua Negara. Inggris berhadapan dengan Argentina. Selain faktor politik perebutan Pulau Malvinas, Inggris jelas ingin membalas kekalahan menyakitkan dari gol tangan Tuhan Maradona pada Piala Dunia 1986. Namun, malang nasib The Three Lions.

Kala itu, David Beckham terlanggar Diego Simeone. Kala wasit menyiapkan tendangan bebas untuk Inggris, kaki Beckham bergentayangan menyikat kaki Simeone. Alhasil, Simeone memanfaatkan kesempatan dengan berakting berlebihan. Wasit pun menghukum Beckham dengan kartu merah.

Kesalahan fatal Beckham itu membuat Inggris mesti tersingkir dari Piala DUnia karena kalah adu penalti dari Argentina. Selepas pertandingan hingga beberapa waktu kemudian, Beckham nyaris tak termaafkan oleh publik Inggris. Ya, seandainya Beckham tidak mau balas dendam, barangkali lain ceritanya.

 

7. Gol Bunuh Diri Andres Escobar

Sepakbola biasa menjadi ajang taruhan. Hal itu lumrah terjadi di Amerika Selatan. Namun, kalau sepakbola bisa membuat seorang pemain tewas ditembak, tentu lain ceritanya. Andres Escobar dari Kolombia, membuat gol bunuh diri kala timnya berhadapan dengan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994. Akibatnya, Kolombia kalah mengenaskan 1-2 atas tim anak bawang seperti AS.

Kala tiba di tanah airnya, Escobar tewas ditembak oleh mafia Kolombia. Ya, bagi mafia tersebut, gara-gara Escobar melakukan gol bunuh diri, mereka kalah taruhan dalam jumlah fantastis. Daripada bingung menyalahkan siapa, tampaknya demikianlah cara mereka “membalas dendam”.

 

8. Telegram Kematian dari Benito Mussolini

Semua orang mengenal Mussolini dengan fasismenya yang pernah menguasai Italia. Namun, sedikit yang menyadari bahwa prestasi Italia pada Piala Dunia 1938 tak lepas dari ancaman Mussolini.

Konon, sebelum pertandingan final antara Italia dan Hungaria, para pemain Italia menerima sebuah telegram dari sang diktator. Dalam telegram tersebut, tertulis pesan “Menang atau mati!”.

Bagi Mussolini, kemenangan adalah harga mati; yang tidak hanya mengharumkan nama Italia, tetapi juga membubungkan namanya. Akhirnya, Italia menang 4-2 dalam pertandingan tersebut.

Penjaga gawang Hungaria berkata, mungkin saja ia kebobolan 4 gol. Namun, yang penting, ia “menyelamatkan” nyawa para pemain tim Azzuri.

 

9. Piala Dunia Yang Retak

Kita tentu masih ingat bagaimana kecerobohan Sergio Ramos membuat Copa del Rey yang direbut Real Madrid dengan susah payah, mesti rusak. Demikian juga dengan Martin Sketelenberg yang “membuang” trofi juara liga Ajax Amsterdam.

Piala Dunia juga bernasib sama. Hal ini terjadi pada 2006. Italia berhasil menjadi juara setelah menaklukkan Prancis dalam adu penalti. Ketika tengah menikmati rasanya membawa trofi Piala Dunia, konon kapten Fabio Cannavaro tidak sengaja membuat piala tersebut retak. Yang jelas, gara-gara hal ini, trofi tersebut mesti direparasi dahulu.

 

 

 

 

 

10. Gol Ahn-Jun Hwan

Kontroversi menyelimuti penyelanggaraan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan. Tim negeri ginseng yang dilatih Guus Hiddink secara mengejutkan berhasil menumpas Polandia, Portugal, Italia, dan Spanyol hingga masuk ke semifinal sebelum ditekuk Jerman 1-0. Yang paling bersejarah tentu gol Ahn Jung Hwan, pemain Korea Selatan yang saat itu bermain untuk klub Serie A, Perugia. Berkat golnya pada babak perpanjangan waktu, Korea Selatan unggul atas Italia 2-1. Gol Ahn Jung Hwan ini jelas menyakitkan tim Azzurri. Dalam pertandingan itu sendiri, terasa bagaimana wasit cenderung memihak Korea Selatan. Konon, pasca pertandingan, pelatih Perugia saat itu, Serse Cosmi, mengaku ogah lagi memakai jasa Ahn Jung Hwan, yang barangkali dianggap sebagai pengkhianat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda