Scroll to Top

Ayah Ade Namnung Sempat Berfirasat Aneh

By Ika / Published on Tuesday, 31 Jan 2012

Kepergian Ade Namnung hari ini, Selasa (31/1) pukul 11.45 WIB tadi memang cukup membuat orang-orang terdekatnya merasa terpukul. Bukan hanya karena sosok Ade yang dikenal baik, tapi juga di saat-saat terakhirnya kesehatan Ade selalu dikabarkan membaik dari hari ke hari. Namun siapa yang menyangka, Ade harus meninggal di usia yang relatif muda.

Ade Namnung

Sebelum Ade meninggal, keluarga mengaku tak merasakan tanda atau firasat yang aneh-aneh. Namun saat Ade Namnung sudah menghembuskan nafas terakhirnya, beberapa di antara orang terdekat Ade mulai sadar kalau kejadian di saat-saat terakhir Ade mungkin adalah suatu pertanda.

Ramon Papana, ayahanda Ade, menuturkan bahwa dirinya sempat bermimpi aneh tepat satu hari sebelum Ade meninggal. Ramon mengatakan bahwa dia mimpi membersihkan kotoran/hajat Ade. Saat Ramon menceritakan hal itu, rupanya Ade punya mimpi yang sama.

“Kemarin saya sempat bilang sama dia. Ade, papa ngimpi bersihin pup (kotoran) kamu. Terus Ade juga bilang kalau dia juga mimpi yang sama dengan saya,” kata Ramon.

Bukan hanya Ramon, adik Ade yang bernama Rizal Prasetyo juga punya firasat aneh sebelum kepergian sang kakak. Ia mengaku kalau Ade yang selama ini tidak terlalu sering menghubunginya, tiba-tiba malah sering menelepon.

“Sebelumnya jarang contact sama aku, tiba-tiba jadi sering,” kata Rizal. “Pas malam bangun, dia telepon aku padahal biasanya sinyal susah. Tiga hari yang lalu kejadian itu, terus dia bilang sholat subuh tadi pagi.”

Tak hanya sekedar menelepon, Ade pun berkali-kali berpesan pada Rizal untuk menjaga sang ibu yang kabarnya punya darah tinggi. Walau merasa aneh, Rizal berusaha untuk tetap positif thinking.

“Enggak ada perasaan lain. Tapi firasat saya, kok kakak saya telepon saya. Tiap sholat saya selalu minta berikan yang terbaik, positif¬†thinking,” ujarnya.

Peppy, sahabat Ade, juga sempat merasakan firasat ketika Ade meneleponnya sekitar 4 jam sebelum kematiannya. Ade yang biasanya ceria, mendadak mengaku butuh motivator.

“Firasatnya, pada saat terakhir jam 7 pagi tadi telepon. Selama sakit, aku lihat dia sedih tapi dibawa bercanda. Semangat hidup Ade tinggi. Selalu positif, enggak ngeluh,” kata Peppy. “Gue butuh motivator yang enggak menye-menye, cuma lo yang bisa jadi motivator gue, kerasin gue. Terakhir BBM dia ke saya seperti itu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda