Scroll to Top

Ruvita Ingin Tes DNA Karena Malu Dengan Keluarganya?

By Ika / Published on Thursday, 02 Feb 2012

Ruvita dan IbuKasus menghilangnya artis cilik Ruvita memang mengejutkan banyak orang, pasalnya gadis yang baru berusia 13 tahun ini ternyata sengaja kabur dari rumah. Tak tanggung-tanggung, Ruvita bahkan pergi ke Sorong, Papua, untuk menemui Maya yang tak lain adalah ibu angkatnya.

Lili Sutriani, ibu kandung Ruvita, tampak lega karena putrinya sudah diketahui jejaknya, namun wanita ini harus kembali kecewa karena ternyata Ruvita menolak untuk kembali tinggal dengan keluarganya. Kenapa?

Publik sempat mencurigai Lili telah mengeksploitasi anaknya sendiri, namun akhirnya masyarakat punya dugaan lain, Ruvita memang ingin kabur karena ingin tinggal dengan Maya yang memiliki keadaan ekonomi lebih baik. Seperti yang sudah diketahui, Ruvita tampaknya memiliki obsesi untuk menjadi artis terkenal.

Dalam benaknya, seorang artis mungkin harus tinggal di tempat mewah, belajar di sekolah bertaraf internasional, bahkan… memiliki orang tua yang setidaknya berwajah mirip dengannya. Seperti yang sudah banyak diketahui orang, Ruvita dan kedua orang tuanya memang tidak terlalu mirip secara fisik. Hal inilah yang mungkin memicu Ruvita berkeinginan melakukan tes DNA.

Keinginan Ruvita ini jelas membuat banyak pihak terkejut, karena hal ini jelas-jelas menunjukkan bahwa Ruvita enggan mengakui orang tuanya sendiri. Keluarga Ruvita pun sangat kecewa dan sedih. Lili bahkan seperti tak mengenal anaknya sendiri.

“Saya pikir itu bukan anak saya,” kata Lili. “Ruvita yang dulu itu baik, nurut, sayang kok. Kami juga sayang sama dia, justru sayangnya kami (ke Ruvita) melebihi ke abang-abangnya.”

“Vita ngapain, sih, pake mau tes DNA segala,” kata Jansen, kakak kandung Ruvita. “Udah banyak yang tahu kalo Vita anaknya (Lili).”

Sejak mengutarakan keinginan untuk melakukan tes DNA, pihak KPAI sengaja menyembunyikan Ruvita untuk sementara waktu. Menurut M.Ichsan selaku sekretaris KPAI, Ruvita belum boleh ditemui untuk diwawancara.

Statement dia itu bisa berdampak psikologis ke keluarganya, itu yang kami khawatirkan,” katanya. “Kami tidak mau nanti, karena anak sedang labil, dia memberikan statement kemudian membuat suasana tambah rumit.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda