Scroll to Top

Benahi Stadion-Stadion di Italia!

By Wan Faizal / Published on Saturday, 04 Feb 2012

Juventus Arena - Under Soil Heating

Di Eropa saat ini memang sedang memasuki musim dingin. Namun, musim dingin kali ini dirasa tidak biasa karena suhunya yang terlampau ekstrim. Salju yang turun juga sangat lebat.

Bagi dunia sepakbola, keadaan seperti itu tentu sangat merugikan. Tapi anehnya, kenapa hanya di Italia saja yang harus sampai mengalami penundaan pada beberapa pertandingan? Sementara di liga-liga besar lain seperti Inggris atau Spanyol sama sekali tidak ada penundaan pertandingan karena cuaca dingin ini.

Ya, setelah pekan ke-21 Serie-A Italia diwarnai empat penundaan pertandingan antara Parma vs Juventus, Atalanta vs Genoa, Bologna vs Fiorentina, dan Siena vs Catania, kini ada satu pertandingan di pekan ke-22 yang harus diundur jadwalnya, yakni laga antara AS Roma vs Inter Milan.

Presiden Lega Calcio, Maurizio Berretta, sebelumnya memindah jadwal laga antara kedua klub dari pukul 20.45 menjadi pukul 15.00 waktu setempat. Namun karena cuaca yang bertambah buruk, laga tersebut diundur 24 jam berikutnya.

Masalah penundaan jadwal terkait cuaca seperti ini adalah masalah klasik di Italia. Kenapa? Karena memang stadion-stadion di Italia tidak cukup representatif dalam menggelar sebuah pertandingan di cuaca seperti ini.

Stadion-stadion di Italia tidak memiliki teknologi Under-Soil Heating (Pemanas Bawah Tanah). Teknologi tersebut dipasang pada lapangan dengan permukaan rumput. Teknologi tersebut bisa menghasilkan panas dari bawah tanah agar lapangan tetap bisa digunakan meski cuaca kurang bersahabat, seperti ketika lapangan tertutup salju.

Teknologi tersebut mengandalkan tenaga matahari yang ditangkap oleh panel surya yang mampu menghasilkan listrik, penghangat ruangan, serta Under-Soil Heating. Saat ini, stadion di Italia yang sudah memiliki teknologi tersebut adalah Juventus Arena.

Sebelum pertandingan dimulai dalam cuaca seperti ini, pihak penyelenggara pertandingan bisa menggunakan teknologi tersebut dibantu dengan Protective Covers yang menutupi lapangan agar pertandingan bisa berjalan seperti biasa.

Namun sebenarnya, untuk mengatasi masalah tersebut, klub-klub juga harus berdiskusi dengan pemerintah kota. Karena sebagian besar klub hanya menyewa stadion milik pemerintah kota. Sehingga manajemen klub tidak bisa leluasa dalam merenovasi stadion yang dipakainya ketika bertanding.

So, diperlukan kerjasama dari beberapa pihak terkait agar di masa depan masalah penundaaan pertandingan akibat cuaca dingin seperti ini tidak terjadi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda