Scroll to Top

Jose Mourinho Selalu Menjuarai Liga di Musim Kedua

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 06 Feb 2012

Musim lalu, Jose Mourinho boleh tidak berdaya. Pasukannya rontok oleh Barcelona 5-0 di Camp Nou. Di akhir perjalanan La Liga, Real Madrid pun tenggelam oleh keperkasaan anak asuh Josep Guardiola.

Jose Mourinho

Musim ini segalanya berubah. Barcelona tetap mengerikan ketika membumihanguskan lawan. Namun, mereka lebih banyak seri di kandang lawan.

Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Jose Mourinho. The Special One memaksimalkan semua poin kecuali dari El Clasico.

Mou tak mau ambil pusing dengan laga yang kemungkinan besar dimenangi Barcelona. Ia mencari sekian laga lain yang memungkinkannya lebih baik daripada El Barca, dan ia melakukannya. Rekor 18 kemenangan seolah membuat 18 klub lain kecuali Blaugrana, mengantre untuk dilipat oleh Los Blancos.

Di luar prestasi spektakuler ini, Jose Mourinho juga memiliki sejarah apik: ia selalu memenangi gelar juara liga di musim keduanya menangani sebuah klub.

Mourinho tercatat sudah menangani enam tim hingga 2012. Yaitu Benfica, União de Leiria, dan Porto (Liga Portugal), Chelsea (Premier League), Internazionale (Serie-A), dan Real Madrid (La Liga).

Di Benfica dan Uniao de Leiria, Mou tak rampung bekerja di musim pertama. Di Porto, Mou datang pada 23 Januari 2002. Artinya, ia baru melakoni separuh kompetisi. Ia gagal mendapatkan gelar juara liga.

Musim berikutnya, atau musim pertama Mou menangani Porto secara penuh, gelar juara liga didapatkan. Plus, treble winners dengan Piala Portugal (Taca de Portugal) dan Piala UEFA 2003.

Musim kedua Mou menukangi Porto secara penuh, lagi-lagi gelar juara liga dipertahankan. Kali ini Mou malah menyandingkannya dengan gelar Liga Champions.

Di Chelsea, pada musim keduanya (2005/2006) Mou juga sukses menggondol gelar juara Premier League —gelar kedua berturut-turutnya—.

Di Internazionale, pada musim kedua (2009/2010) Mou tidak hanya mendapatkan scudetto. Tetapi juga Coppa Italia dan Liga Champions.

Nah, di Real Madrid, sebenarnya ada rekor Mou yang gugur. Untuk pertama kalinya, ia tidak berhasil membawa tim yang diasuh di tanah perantauan, menjuarai liga. Real Madrid takluk oleh Barcelona musim lalu.

Namun, masih ada harapan rekor keberhasilan musim kedua. Porto, Chelsea, dan Internazionale sudah merasakannya. Apakah kali ini Real Madrid juga akan menikmati hal serupa di tangan The Special One?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda