Scroll to Top

India: Google dan Facebook Harus Tunduk dengan Hukum Kami

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 07 Feb 2012

Internet disensor di India

India telah memeringatkan Facebook, Google, dan seluruh perusahaan internet lain yang beroperasi di negeri Bollywood ini untuk tunduk dan patuh mendukung hukum di India jika mereka ingin beroperasi di negara tersebut.

“Baik itu situs media sosial atau situs lainnya di internet, mereka semua harus beroperasi dalam hukum negara dan harus bertanggung jawab atas apa yang mereka tayangkan di halaman web,” tegas Sachin Pilot, Minister of State for Communications and Technology India.

Ia melanjutkan, pemerintah lebih mengupayakan untuk berkolaborasi dengan pelayanan penyedia konten lokal dalam mencari serta menyensor apa yang dianggap tabu oleh hukum.

“Perhatian kami hanya konten yang dilarang. Tidak ada tempat untuk hal-hal yang akan menyinggung siapapun atau menyebabkan ketidakharmonisan sosial. Hukum telah dilakukan untuk melindungi hak-hak dasar rakyat dan mereka berlaku untuk semua,” tegas Milind Deora Communications and IT Minister India.

Google dan Facebook keduanya dikabarkan telah menghapus konten lokal yang dianggap memiliki aktivitas sengketa hukum yang sedang berlangsung terhadap mereka dan 19 perusahaan lainnya.

Mereka ditiduh mereka gagal untuk menegakkan standar nasional dengan tidak menghapus konten yang tidak cocok dengan budaya Internet di negara itu.

Kontroversi masalah ini pertama kali muncul pada bulan Desember ketika terungkap bahwa Kapil Sibal, Telecom Minister India, telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan perusahaan-perusahaan Internet dalam upaya untuk melakukan real-time penyensoran.

Namun Kapil Sibal membantahnya. Ia berkelakar jika media salah mewartakannya. India memang memerlukan sistem penyensoran namun mengikutsertakan perusahaan teknologi yang ada dan beroperasi di India.

Api kontroversi tersebut kemudian mencuat ketika pengadilan setempat memerintahkan Facebook dan Google untuk menghapus konten. Sementara pengadilan nasional kemudian mengklaim bahwa pihak berwenang tidak akan bimbang untuk menerapkan gaya Cina sensor jika mereka gagal bertindak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda