Scroll to Top

Pelatih Valencia, Unai Emery, Selalu Kalah di Camp Nou

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 08 Feb 2012

Josep Guardiola dan Unai Emery. Usia mereka cuma berbeda 10 bulan, namun takdir keduanya berbeda. Josep Guardiola, lahir pada Januari 1971, langsung meroket bersama klub yang dilatihnya pertama kali, Barcelona. Bersama Blaugrana, 13 gelar diboyong mantan pemain Brescia.

Unai Emery Josep Guardiola

Sementara, Emery yang dahulu juga merupakan pemain profesional, malah memulai karier terlebih dahulu. Tahun 2004, Emery yang kala itu memperkuat Lorca Deportiva terpaksa gantung sepatu karena cedera lutut berkepanjangan. Klub memintanya untuk menjadi pelatih. Dari sinilah Emery selalu menunjukkan kualitas.

Lorca dibawanya lolos ke Segunda Division. Ini prestasi terbaik klub tersebut sepanjang sejarah. Bahkan, di musim pertama di kasta kedua Liga Spanyol, Lorca sukses berada di peringkat kelima, cuma kurang lima poin untuk lolos ke Primera Division.

Kejeniusan Emery pun dicium oleh Almeria. Klub ini juga sukses dibawanya untuk pertama kali promosi ke Primera Division. Karier berjenjang Emery yang spektakuler inilah yang membuat Valencia berani berjudi merekrut pelatih yang kala itu berusia 37 tahun menjadi arsitek di Mestalla. Emery melakoni debut bersama Los Che di musim yang sama dengan Pep Guardiola di Barcelona, musim 2008/2009.

Kedua pelatih muda pun beradu strategi. Dalam dua pertemuan pertama ketika Barcelona bermain di kandang, Guardiola selalu sukses.

Pada musim 2008/2009, Emery mesti merasakan sakit kala Barcelona memborong 4 gol tanpa balas ke gawang Valencia. Adalah hattrick Thierry Henry dan sebuah lagi dari Dani Alves yang membuat perbedaan mencolok di Camp Nou.

Musim berikutnya, Emery dan anak asuhnya kembali menjadi korban Barcelona di Camp Nou. Kali ini giliran Lionel Messi yang membuat jarak dengan hattricknya untuk kemenangan 3-0.

Setahun lalu, sakit hati itu semakin terasa. Valencia sempat mencuri gol terlebih dahulu melalui Pablo Hernandez. Namun, Camp Nou masih tak bisa ditaklukkan Emery. Gol Andres Iniesta dan Carles Puyol membalikkan keadaan. Skor 2-1 pun menjadi milik Blaugrana.

Jika ditarik ke belakang, sebelum bertemu dengan Pep Guardiola, Emery pernah bersua dengan Barcelona era Frank Rijkaard. Kala itu, Almeria, klubnya, digasak 2-0.

Alhasil, sejauh ini, skor gol Barcelona vs Emery adalah 11-1; dan skor gol Pep Guardiola vs Emery menjadi 9-1. Yang paling menarik, dalam tiga lawatan ke Barcelona era Pep Guardiola, Emery mampu membawa klubnya lebih baik dari segi hasil akhir. Kalah 4-0, 3-0, dan musim lalu untuk pertama kalinya mampu mencetak 1 gol meski kalah 2-1.

Kali ini, di leg kedua semifinal Copa del Rey, Emery dituntut untuk melanjutkan pergerakan positifnya. Kalau musim lalu kalah 2-1, sudah saatnya kali ini minimal hasil seri 2-2 yang didapatkan. Dengan cara ini Valencia akan lolos ke final dan bertemu Athletic Bilbao.  Mungkinkah hal ini terjadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda