Scroll to Top

Armada: Kebijakan Pemerintah Mematikan Musisi!

By Aditya / Published on Thursday, 09 Feb 2012

Armada

Gonjang-ganjing tentang kebijakan baru pemerintah soal ring back tone (RBT) masih terus bergulir. Kali ini band pop Melayu Armada yang berkomentar tentang kebijakan tersebut. Menurut Armada, kebijakan baru pemerintah soal RBT sangat merugikan kaum musisi.

Akibat diterapkannya kebijakan baru tersebut, pengguna RBT menurun tajam, dari 100% kini tinggal menyisakan 3% saja. Hal itu tentu saja merugikan para musisi yang menggantungkan hidupnya dengan jualan lagu. Armada pun turut merasakannya dan harus mencari jalan lain agar tetap memperoleh pendapatan.

“Kita mesti usaha lagi untuk itu. Kebijakan tersebut mematikan pendapatan musisi!” keluh Rizal, sang vokalis, di Jakarta, Rabu (8/2).

Pemerintah mungkin memberlakukan kebijakan baru soal RBT sebagai upaya untuk meminimalisir tindak pembajakan karya cipta. Namun, menurut Armada, hal itu cuma omong-kosong belaka karena bagaimanapun juga pembajakan akan selalu ada.

”Pembajakan bisa hilang itu bullshit!” tukas Rizal.

Rizal Armada sendiri punya sikap lain mengenai pembajakan. Meskipun bukan berarti mendukung, namun pembajakan juga berguna bagi musisi karena karyanya dapat dikenal dengan cepat oleh publik. Jika tidak ada pembajakan, musisi justru kesulitan untuk memasarkan karyanya dengan efektif.

”Ada sisi terima kasih (dengan adanya pembajakan), sebab yang di ujung sana bisa dengar Armada selain dari media televisi. Hanya persoalannya bantunya nanggung, cuma masarin saja tapi gak ngasih duit,” kelakar Rizal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda