Scroll to Top

Alternatif Wisata Kota Solo: Berburu Komik dan Buku Bekas

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 30 Jun 2011

solo spirit javaIngin bernostalgia dengan bacaan di waktu usia masih belia, barangkali Anda mulai kesulitan mencarinya.  Selain literaturnya sudah tidak diproduksi lagi, kebayakan malah rusak akibat tidak terawat dan berakhir di tong sampah.

Namun, bila menyempatkan diri mampir di Kota Solo, barangkali beberapa bacaan kesukaan Anda tersebut masih tersedia di sini. Karena, di Solo, ada sebuah kompleks kios buku bekas yang menjual aneka buku jadul maupun terkini. Tidak hanya buku saja, media lain seperti majalah, koran, atau komik-komik langka tersedia (kalau pas ada).

Lokasinya di sebelah utara alun-alun utara Keraton Kasunanan, Solo. Bila Anda masuk Solo melalui jalan Slamet Riyadi, Anda bisa langsung menuju arah Gladak. Jangan khawatir tersesat. Karena, jalan ini satu arah yang berujung di putaran jalan kolam air mancur Gladak, jantung Kota Solo.

Setelah sampai di kolam air mancur Gladak, Anda tinggal membelokkan kendaraan ke selatan dan bertemulah dengan alun-alun utara keraton. Kalau masih bingung, Anda bisa bertanya dengan masyarakat Solo di sekitar alun-alun itu yang rata-rata sangat ramah kepada pendatang.

wisata kota soloLiteratur yang ada di sana cukup banyak.  Komik lawas garapan Kho Ping Ho atau komik wayang, sesekali nampang di lapak. Komik-komik Jepang apalagi, ramai di kios-kios ini meski berstatus bekas. Sesekali nampang pula komik-komik Eropa  seperti Tintin, Asterix, dan sebagainya.

Buku-buku kuliah pun ada, meski mungkin bukan edisi revisi terbaru. Aneka majalah bertema filim, fashion, fotografi, otomotif, dan sebagainya, tak luput ditawarkan. Yang penting, Anda harus sabar memilih dan memilah literatur yang Anda cari. Karena, penataan dagangan tidak tertata rapi seperti halnya Anda masuk toko buku besar. Koleksinya sangat beragam tema

Soal harga, pasti bikin Anda girang. Murahnya bukan main. Meski, ada pula beberapa barang yang berharga agak tinggi. Namun pinter-pinternya Anda saja dalam menawar. Untuk majalah bekas, misalnya, rata-rata dihargai Rp 5 ribu. Komik-komik langka, malah seringkali hanya dilepas di harga Rp 10 ribu.

Tapi ingat, mungkin kondisi buku bisa saja kurang memuaskan hati Anda. Maklum, barang second. Kalau pun ada buku yang statusnya baru dan segel, biasanya harga akan jauh di bawah harga pasar umumnya. Eitts, jangan salah pilih barang bajakan ya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda