Scroll to Top

Persipura Harus Melupakan Trauma Liga Champions Asia 2010

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 13 Feb 2012

Lolosnya Persipura ke play-off Liga Champions Asia menghadapi Adelaide United patut disyukuri oleh seluruh bangsa Indonesia. Persipura, juara ISL musim lalu, sementara berhak mendapatkan hak mereka berdasarkan putusan sela CAS.

Persipura

Namun, keberhasilan Persipura ini sekaligus membuka luka lama yang baru terjadi dua tahun lalu. Ya, di Liga Champions Asia tahun 2010, Mutiara Hitam dijadikan sansak oleh klub-klub papan atas Asia.

Kebetulan, kala itu Boaz Sollosa dkk. berhadapan dengan tiga wakil Asia Timur: Kashima Antlers (Jepang), Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan), dan Changchun Yatai (China).

Menghadapi ketiga klub tersebut, Mutiara Hitam cuma menang sekali dan dilibas 5 kali.
Pada laga pembuka, Persipura dilumat Jeonbuk Hyundai Motors 1-4 di Gelora Bung Karno.

Upaya mereka melawat ke China pada matchday 2, diiring hujan air mata ketika Changchun Yatai memberondong gawang Mutiara Hitam 9 gol tanpa balas.

Pertandingan berikutnya, Kashima Antlers menikam Persipura 5-0 di Jepang. Ketika Tinus Pae dkk. menjamu Kashima Antlers di kandang sendiri, kekalahan pun tak terelakkan. Skor 1-3 menutup laga di GBK.

Pertandingan kelima, lagi-lagi Persipura menjadi lumbung gol. Mereka dihujani tembakan Jeonbuk Hyundai Motors dengan skor 8-0. Beruntunglah, pada laga terakhir, Persipura sukses memetik tiga angka setelah menekuk Changchun Yatai dengan skor 2-0. Kala itu gol diciptakan oleh Eduard Ivak Dalam dan Tinus Pae.

Satu kemenangan dan lima hasil buruk. Mencetak 4 gol dan terbobol 29 kali. Catatan suram inilah yang harus dilawan anak asuh Jacken F. Tiago kala melawan Adelaide United.

Memang, musim lalu Mutiara Hitam bisa mencapai perempat final AFC Cup 2011. Namun, jangan lupakan bahwa klub-klub yang berlaga di sana adalah klub yang relatif sejajar dengan Persipura.

Kualitas Chonburi (Thailand), South China (Hongkong), Kingfisher East Bengal (India), Muangthong United (Thailand), hingga Arbil FC (Irak) tidak bisa dijadikan tolak ukur bahwa Persipura bisa berprestasi jauh ketika menghadapi Adelaide United.

Namun, bukan berarti peluang sama sekali tidak ada. Asalkan Persipura tidak mewarisi mental klub-klub Indonesia yang kadang begitu mudah menyerah di pertandingan level Asia, pertandingan uji nyali di Hindsmarsh bisa memiliki cerita lain. Apalagi Persipura membawa misi lebih istimewa kali ini: menunjukkan bahwa mereka memang layak mewakili Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda