Scroll to Top

Ketika Klub-Klub La Liga Menggunakan Falsafah Anti Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 13 Feb 2012

Siapa pun akan jengah dengan sebuah klub yang berkuasa tiga tahun berturut-turut, memenangi pertandingan sesuka hati, dan mencetak gol kapan saja. Itulah Barcelona sejak Pep Guardiola datang pada musim 2008/2009.

Osasuna vs Barcelona 3-2

Gelar juara tampak begitu mudah didapatkan. Kemenangan beruntun pun sudah biasa diciptakan. Menyelesaikan pertandingan dengan margin tiga atau empat gol seolah menjadi takdir Barcelona; setidaknya hingga musim lalu.

Kini, 19 klub lain seolah bersepakat menggunakan falsafah anti Barcelona. Mereka mungkin tak bisa merampas angka ketika El Barca berlaga di Camp Nou. Namun, kala menjadi tuan rumah, semangat berlipat-lipat menahan imbang Lionel Messi dkk. memenuhi dada para pemain lawan.

Tengoklah enam klub berikut ini: Athletic Bilbao, Espanyol, Getafe, Osasuna, Villarreal, dan Valencia. Keenam-enamnya menderita kekalahan dari El Barca pada musim lalu. Namun, musim ini Barcelona cuma mendapatkan 4 angka dari enam klub ini. Artinya, dari 18 poin yang didapatkan El Barca musim lalu, kini pasukan Pep Guardiola mengalami defisit 14 poin!

Athletic Bilbao
Musim 2010/2011 1-3 (kalah)
Musim 2011/2012 2-2 (seri)
—————————————-
Espanyol
Musim 2010/2011 1-5 (kalah)
Musim 2011/2012 1-1 (seri)
—————————————-
Getafe
Musim 2010/2011 1-3 (kalah)
Musim 2011/2012 1-0 (menang)
—————————————-
Osasuna
Musim 2010/2011 0-3 (kalah)
Musim 2011/2012 3-2 (menang)
—————————————-
Villarreal
Musim 2010/2011 0-1 (kalah)
Musim 2011/2012 0-0 (seri)
—————————————-
Valencia
Musim 2010/2011 0-1 (kalah)
Musim 2011/2012 2-2 (seri)

Catatan paling impresif didapatkan oleh Osasuna dan Getafe. Kedua klub ini mengubur mimpi buruk terbobol tiga gol oleh Barcelona pada musim lalu, dengan dua kemenangan penting.

Ketika Getafe menang 1-0 pada 27 November 2011 lalu, mereka tercatat cuma menguasai 27% bola. Hal ini berkebalikan dengan keadaan kala mereka dibekap 1-3 musim lalu. Dalam laga musim lalu, ball possessions Getafe lebih banyak, 34%.

Osasuna lebih mencolok. Musim lalu, kekalahan 0-3 mutlak adanya. Pasukan Reyno de Navarra cuma diberi kesempatan 26% menguasai bola. Kini, dengan tambahan 6% ball possessions, Javad Nekounam dkk. mampu menambah dua gol.

Kedua tim ini, seperti halnya empat tim lain yang sukses memperbaiki rekor dengan Barcelona, tampaknya sudah belajar banyak. Mereka mungkin tak akan mampu melawan gelombang serangan Barcelona. Mereka tak perlu mengutamakan permainan indah dengan penguasaan bola tinggi. Namun, baik Osasuna maupun Getafe mampu memaksimalkan peluang emas.

Ketika menang 3-2 dari Barcelona Minggu lalu, Osasuna cuma memiliki 3 tembakan on target. Persentase gol mereka mencapai 67%. Sementara, Getafe lebih mengerikan. Mereka cuma melepas satu tembakan on target dan berbuah satu gol kemenangan.

Barcelona memang superior dalam segala hal. Namun, efektivitas, sebuah kata kunci yang cukup “menyebalkan” bagi penggemar sepakbola indah di dunia modern, adalah¬† pencipta tiga angka yang sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda