Scroll to Top

Shinta Nuriah Wahid Kritik “Negeri 5 Menara”

By Ika / Published on Wednesday, 15 Feb 2012

film negeri 5 menaraSetelah buku ‘Negeri 5 Menara‘ mendapat respon positif dan menjadi salah satu buku best seller, akhirnya cerita yang ditulis oleh Ahmad Fuadi ini diangkat ke layar lebar dengan arahan sutradara Affandi Abdul Rachman. Dengan adanya film ini, banyak masyarakat yang berharap bahwa ‘Negeri 5 Menara’ bisa menjadi salah satu film berkualitas yang memberi banyak hikmah.

Sesempurna apapun sebuah film, tampaknya tak akan lepas dari suatu kritikan, begitu pula dengan ‘Negeri 5 Menara‘. Kritikan ini sendiri datang dari Shinta Nuriah Wahid. Beliau mengaku telah melihat tayangan ‘Negeri 5 Menara’ dan berpendapat bahwa ada yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Saat itu (tahun 1988, setting film ‘Negeri 5 Menara’) sepertinya listrik sudah masuk di pesantren. Saya kira bukan teplok (lampu minyak) lagi karena tadi di adegan pakai teplok,” ujarnya.

Tak hanya masalah listrik dan lampu teplok, menurut istri almarhum Gus Dur tersebut pesantren tidak pernah menolak siapapun yang ingin belajar di dalamnya.

Shinta Nuriyah Wahid

“Setahu saya tidak pernah menolak santri yang akan masuk, mau anak-anak, remaja hingga orang tua sekalipun. Pesantren harus terima pesantren ada hadist nabi. Jadi enggak tepat tadi ada adegan enggak bisa masuk karena enggak lolos masuk pesantren,” kata beliau menjelaskan.

Walau banyak mengritik film tersebut, Shinta Wahid pun tetap menilai bahwa ‘Negeri 5 Menara’ adalah film yang sarat akan pesan moral yang sangat cocok untuk menjadi bahan renungan di zaman sekarang.

“Cukup bagus, banyak pelajaran yang kita peroleh dari film. Ada kritikan sosialnya juga seperti zaman sekarang kondisi bangsa keropos sangat sesuai dengan tema yang diangkat,” katanya. “Sebuah pelajaran yang kita dapatkan bahwa kehidupan tidak diperoleh dengan uang tapi semangat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda