Scroll to Top

Kurang Gizi Penyebab Tubuh Pendek Balita Indonesia (Stunting)

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 02 Jul 2011

bayi balitaPersoalan rendahnya status gizi dituding menjadi penyebab sepertiga balita di Indonesia  masuk dalam kategori pendek (stunting), menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2010, seperti dikutip Okezone (1/7/11). Dan, anak dengan gizi kurang atau buruk sebesar kurang lebih 17 persen.

Kualitas sumber daya manusia akhirnya dipertaruhkan. Gizi berkaitan erat dengan kecerdasan, sistem imun, kematian ibu dan bayi,  dan produktivitas kerja. Rendahnya status gizi masyarakat bisa dilihat dari kurang gizi, anemia gizi besi, gangguan akibat  kekurangan yodium (GAKY),  dan lain sebagainya.

Stunting adalah bentuk kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama. Rasio anak Indonesia yang mengalami hambatan pertumbuhan, adalah 3:10.  Orang yang mengonsumsi pangan lauk-pauk (telur, daging, ikan) secara cukup, bisa terhindar dari masalah stunting.

Menurut Prof Ali Khomsan, Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, ketika anak-anak penderita stunting  memasuki usia sekolah, skor kemampuan membacanya lebih rendah 11-15 poin. Dan, ternyata, juga berpengararuh terhadap pendapatan per kapita mereka.

“Anak penderita stunting (penghasilan per kapita per tahun) lebih rendah Rp5,6 juta hingga Rp7,7 juta dibandingkan anak normal,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda