Scroll to Top

Supermarket Tahu Gadis sedang Hamil Bahkan Sebelum Orangtuanya

By Ibnu Azis / Published on Monday, 20 Feb 2012

Wanita Hamil

Kehamilan adalah sebuah peristiwa yang paling ditunggu oleh setiap pasangan yang telah menikah. Namun jika pasangan tersebut belum menikah dan telah hamil, maka akan menjadi sebuah ‘petaka’. Baik bagi pasangan ini atau kedua orangtua mereka.

Sebuah studi baru-baru ini telah diadakan di salah satu supermarket di Amerika Serikat. Charles Duhigg mencoba menuliskannya di New York Times bagaimana sebuah supermarket mampu mengetahui terlebih dahulu jika seorang gadis telah hamil daripada orangtuanya.

Studi tersebut mengamati bagaimana pola belanja pelanggan supermarket khusnya wanita yang diduga tengah hamil. Mereka mencermati barang belanjaan mereka. Satu demi satu. Kemudian dikaitkan dengan kebutuhan ibu hamil.

Sebagai contoh pada 20 minggu pertama ibu hamil membutuhkan suplemen seperti kalsium, magnesium, dan zinc. Secara kebetulan ada pelanggan yang membeli beberapa produk yang serupa dengan kebutuhan ibu hamil di atas. Bisa dipastikan jika mereka diduga mengandung bukan?

Namun bisa pula pelanggan supermarket tersebut membeli keperluan hamil untuk teman, saudara, atau keluarganya. Dan bukan untuk dirinya sendiri.

Mungkin bisa saja terjadi demikian. Tapi Charles Duhigg tak hanya sekadar mencermati produk belanjaan mereka, namun juga ID serta kartu jaminan sosial yang digunakan saat belanja.

Charles Duhigg menuliskan ada sebuah kasus yang lucu terkait dengan studinya tersebut. Seorang ayah di Minneapolis, Amerika Serikat, marah dan menelepon manager supermarket. Ia bertanya kenapa supermarket mengirimkan brosur katalog yang isinya terkait dengan produk wanita hamil.

Ayah tersebut berkata jika putrinya masih bersekolah. Dan ia menerima kupon diskon untuk pakaian dan tempat tidur bayi. Apakah supermarket tersebut mendorong anaknya untuk hamil?

Lantas manager supermarket tersebut menjelaskan bagaimana brosur dibuat berdasarkan analisis komputer dari pelbagai produk yang sering dibeli oleh pelanggan. Dan secara kebetulan produk yang dibeli putri ayah tersebut adalah perlengapan ibu bayi.

Sang ayah akhirnya berbicara dengan putrinya. Dan ia mengakui telah hamil sejak Agustus silam. Dan ayah tersebut meminta maaf pada manager supermarket.

Mungkin studi Charles Duhigg bisa bermanfaat namun bisa juga menjadi ‘petaka’ bagi pihak wanita. Mereka tidak menceritakan kehamilannya bukan karena takut. Bisa saja menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan orangtua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda