Scroll to Top

Facebook Login dan Youtube, Kenapa Banyak Orang Menganggap Internet adalah Google

By Ibnu Azis / Published on Monday, 20 Feb 2012

Google InsightApakah Anda pernah mengalami pengalaman menuliskan kata ‘facebook login’ dan ‘youtube’ di mesin penelusuran daripada mengunjungi langsung situs tersebut?

Apa yang Anda fikirkan saat itu, apakah memang ingin menelusuri ‘facebook login’ dan ‘youtube’ atau malas mengetikkan alamat dua situs tersebut?

Menurut Google Insight, pengguna internet yang mengetikkan dua kata diatas di mesin penelusuran cukup intens. Dan cenderung mengalami kenaikan tiap bulan. Kata ‘youtube’ memiliki tingkat pencarian yang tinggi pada bulan November 2011. Sedangkan kata ‘facebook login’ memiliki tingkat pencarian tinggi pada Arpil 2010.

Tak hanya ‘facebook login’ dan ‘youtube’ saja, Google Insight mencatat topik penelusuran lain yang cukup ‘aneh’, seperti ‘login yahoo’, ‘login fb’, facebook indonesia login’, ‘facebook.com login’, ‘twitter login’, dan masih banyak lagi.

Dari data dan fakta diatas dapat diambil beberapa kesimpulan. Pertama, bisa saja pengguna internet malas mengetikkan alamat lengkap situs yang ingin dituju. Dan dengan mengetikkan ‘facebook login’ mereka akan dibawa Google ke laman login Facebook. Tinggal klik maka akan tertuju ke laman tersebut.

Kedua, mungkin pengguna internet beranggapan jika Google adalah internet, dan internet adalah Google. Dengan demikian jika ingin mengunjungi alamat apapaun di internet wajib melalui Google terlebih dahulu. Ini bisa terjadi jika mereka menjadikan Google sebagai laman homepage. Sehingga apapun yang mereka ketikkan akan langsung dicari oleh Google. Termasuk dua kata tersebut.

Ketiga, mungkin mereka sengaja mencari kata ‘facebook login’ dan ‘youtube’ di kotak penelusuran Google. Bisa saja mereka tak mengerti alamat login Facebook atau yang paling ekstrim tak mengerti URL Youtube. Mungkin mereka pengguna internet yang masih awam. Atau mereka yang baru beberapa hari menggenal internet.

Apapun alasannya, entah itu disengaja ataupun tidak, tetap saja hal ini akan berdampak positif bagi Google. Semakin intens mereka mencari sesuatu di Google, maka semakin masive pula pengunjung Google. Dan Google akan memeroleh trafik dari ini.

Apakah kegiatan ini akan terus berulang? Bisa jadi. Jika pengguna internet benar-benar menganggap Google adalah internet dan internet adalah Google, maka semua website yang ingin dikunjungi haruslah melalui pintu masuk Google terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda