Scroll to Top

Real Madrid 1000 Hari Masa Pemerintahan Florentino Perez

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 25 Feb 2012

Masih ingat awal dekade 2000-an? Kala itu, Florentino Perez, presiden Real Madrid, menggelontorkan ratusan juta Euro untuk mengundang para pemain bintang dunia.

Real Madrid

Semua demi gelar Los Blancos. Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, hingga Michael Owen didatangkan. Namun, hasilnya bisa dikatakan hancur berantakan.

Sempat meraih tiga gelar dalam tiga tahun masa Real Madrid bertabur bintang atau disebut Real Madrid era Los Galacticos, sejak David Beckham tiba ke Bernabeu, cerita Los Galacticos berubah menjadi kemalangan: Los Blancos tidak mendapatkan gelar apa pun dengan pemain-pemain papan atas dunia.

Kala itu, Florentino Perez dijadikan sumber kegagalan Real Madrid. Orang bodoh mana yang mengganti Vicente Del Bosque, yang terbukti sukses memberikan gelar demi gelar bagi Los Blancos, dengan seorang Carlos Queiroz hanya demi melayani David Beckham? Orang bodoh mana yang membuang uang untuk membeli Beckham meski di posisi sama sudah ada Luis Figo? Demikian dua dari sekian cacian kepada Perez.

Sempat digeser oleh Ramon Calderon sebagai presiden Real Madrid, Perez belajar banyak atas kegagalan sebelumnya. Maka, sejak kembali ditunjuk sebagai pemimpin Los Blancos pada 1 Juni 2009, Perez pun mengubah gaya pembelian.

Ia memang mendatangkan Cristiano Ronaldo dengan harga 80 juta poundsterling. Perez pun tetap membuka era Los Galacticos II. Pemain seperti Karim Benzema, Mesut Ozil, Ricardo Kaka, Xabi Alonso, dan Angel di Maria didatangkan ke Bernabeu.

Namun, kali ini Perez lebih menitikberatkan pada pemain muda. Baginya, tak masalah mengeluarkan 20 juta poundsterling sekalipun demi membeli pemain berusia 21 atau 23 tahun, daripada mendatangkan pemain berusia 29 atau 30 tahun yang berharga 80 juta poundsterling.

Tak terasa, era Los Galacticos yang dimulai 1 Juni 2009 lalu sudah memasuki hari ke-1000. Setelah dua tahun nyaris tanpa hasil, musim ini semua terlihat lebih jelas. Madrid tampil lebih atraktif, lebih banyak menang, dan berpeluang meraih gelar La Liga untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Perayaan 1000 hari rezim Florentino Perez ini akan terasa istimewa jika Real Madrid mampu menekuk Rayo Vallecano; klub yang dari segi apa pun, berbeda kasta dari mereka –terutama tentang keuangan dan gelar—. Sekaligus, berharap Barcelona dijegal Atletico Madrid demi memperlebar jarak menjadi 13 angka.

(Foto: thephantomfurz.blogspot.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda