Scroll to Top

Akupuntur Ringankan Keluhan Mulut Kering Pasien Radioterapi

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 25 Feb 2012

radioterapi

Pengobatan untuk kanker, baik melalui kemoterapi maupun radioterapi, kerap menimbulkan efek samping. Gejala yang kerap muncul beberapa waktu setelah terapi adalah mual, muntah, atau rasa tidak nyaman lainnya. Bisa juga terjadi xerostomia, yaitu mulut kering akibat berkurangnya produksi air liur. Biasanya, xerostamia dialami pada terapi untuk kanker kepala dan leher.

Terkait xerostomia, peneliti Lorenzo Cohen, Ph.D dari MD Anderson’s Integrative Medicine Program, mengatakan, kekurangan air liur juga berbahaya. Karena, akan terjadi peningkatan mikroba, kemungkinan infeksi tulang, sampai kekurangan nutrisi. Xerostomia juga mempengaruhi tidur, makan, dan berbicara.

Namun keluhan keringnya mulut itu bisa diatasi dengan akupuntur. Terapi tusuk jarum dari China ini bisa meminimalkan sampai mengatasi terjadinya xerostomia pada pasien kanker. Akupuntur yang dilakukan dua kali seminggu bermanfaat pasien bagi penerima radioterapi.

Pada pengamatan terhadap 86 pasien kanker karsinoma nasofaring yang rutin menjalani radioterapi, sebanyak 40 di antara mereka menjalani akupuntur tiga kali seminggu. Program radioterapi dilakukan selama masa tujuh minggu. Peneliti menggunakan penilaian berdasarkan Kuesioner Xerostomia. Yaitu, bila skornya di bawah 30 berarti gejala mulut kering terbilang ringan atau tidak ada sama sekali.

Bulan pertama, pasien yang menjalani akupuntur yang punya skor di atas 30 sebanyak 54,3 persen. Mereka yang tidak melakukan akupuntur berjumlah 86,1 persen yang berskor di atas 30.

Hasilnya lain lagi setelah pengamatan pada bulan keenam. Jumlah pasien penerima akupuntur yang skornya di atas 30 menurun menjadi hanya 24,1 persen. Sedangkan, yang tidak menjalani akupuntur bertahan pada 63,6 persen. Dengan demikian, ada pengaruh positif dari akupuntur untuk mengurangi keluhan mulut kering pada pelaku radioterapi.

Dikutip Huffingtonpost, penelitian ini dilakukan atas kerjasama University of Texas, MD Anderson Cancer Center, dan Fudan University Shanghai Cancer Center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda