Scroll to Top

Kebiasaan Menulis Surat Cinta Hampir Punah

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 25 Feb 2012

surat cinta

Zaman dulu, keberadaan surat cinta itu sangat ditunggu oleh banyak orang yang sedang jatuh cinta. Saat masih pendekatan, surat cinta bisa membuat hati deg-degan kala membukanya. Itu belum sampai dibaca. Kalau sudah “jadian”, surat cinta bisa menjadi alat perekat hubungan. Dia ibarat wakil lisan untuk mengungkapkan berbagai emosi bagi pasangan, baik itu marah, benci, sampai ungkapan sayang.

Kemajuan teknologi sepertinya sudah mengambil alih keberadaan surat cinta. Hadirnya email, sms, dan kemajuan teknologi komunikasi lain membuat semua serba mudah untuk berinteraksi dengan pasangan. Ditambah lagi, terjangkau dari sisi “kantong”.

Sekarang, praktik menulis surat cinta bisa dikatakan hampir punah. Kebiasaan yang sudah mengakar sejak ribuan tahun itu mungkin hanya minoritas orang yang bakal memanfaatkannya saat ini. Dan, sebuah penelitian di Inggris menegaskan ini semua.

Dari 1.000 orang yang disurvey, ada 4 dari 10 responden yang mengaku tidak pernah mengirim surat cinta. Bahkan, 1 dari 8 orang tidak pernah menunjukkan perasaan mereka bagi pasangan, alias tidak romantis. Sekitar 25 persennya hanya akan berperilaku romantis pada saat tertentu.

Sementara itu, dikutip Times of India, wanita tetap menyukai menerima surat cinta sebagai bentuk ungkapan cinta. Dan, mereka suka dikirimi surat itu kala menerima bunga, memasak, menerima puisi, dan menerima lagu gubahan sang pasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda