Scroll to Top

Demam K-Pop, Mulai Merosotnya Selera Remaja Indonesia?

By Kamelia / Published on Sunday, 26 Feb 2012

Boyband dan Girlband memang sedang marak di Indonesia belakangan ini. Setiap bulannya boyband atau girlband baru bermunculan.

boyband dan girlband saat ini

Berawal dari boyband SM*SH muncullah banyak boyband lainnya seperti XO-IX, HITZ, Max 5, 3 IN 1, Mr. Bee, dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk girlband, berawal dari 7ICONS kemudian diikuti oleh Cherrybelle, Super Girlies, Princess, Kilau, Maskara, String, Tina with D’Girls, dan masih banyak lagi.

Bila dihitung seluruh girlband dan boyband di Indonesia yang ada sekarang, bisa lebih dari 20 lho. Cukup banyak bukan?

Padahal sebenarnya istilah boyband dan girlband yang saat ini sedang marak, sudah ada sejak dulu, terutama era 90-an. Bahkan di Indonesia sangat populer sekali boyband dari luar negeri seperti The Moffats, Westlife, Backstreet Boys, dan lain-lain.

Istilah boyband/girlband waktu itu adalah grup vokal/musik yang memadukan lebih dari satu suara menjadi sebuah harmoni musik/nyanyian.

grup vokal era 90-an

Yang paling di ingat grup musik di Indonesia pada tahun 90-an adalah AB Three (trio-wanita), Trio Libels (trio-pria), Lingua (trio-campuran), Elfa’s Singers (kwintet-campuran), Warna (kwintet-campuran), Kahitna, dan masih banyak lagi.

Perbedaan mendasar antara grup vokal di era 90-an dan boyband/girlband terletak jelas dari harmonisasi suara dan koreografi.

Grup vokal seperti Warna, AB Three, Trio Libels, dan yang sudah disebutkan sebelumnya menyanyikan sebuah lagu dengan jenis vokal, karakter vokal, dan range vokal yang berbeda-beda. Mereka lebih menampilkan harmonisasi suara yang dipadukan dalam satu lagu.

Sedangkan boyband/girlband saat ini lebih menonjolkan sisi koreografi dan melakukan harmonisasi yang sangat minim atau bahkan tidak ada harmonisasi suara alias mereka sering bernyanyi secara bersama-sama dengan menyanyikan pola nada yang sama.

Garis besarnya disini, boyband/girlband menyajikan kualitas musikal yang tidak terlalu ‘baik’ bila dibandingkan dengan para senior di era tahun 90-an itu. Boyband/girlband lebih mengutamakan koreografi daripada kualitas vokalnya.

Namun jika kita perhatikan, banyak sekali penggemar boyband/girlband Indonesia yang mayoritasnya adalah remaja. Apakah hal ini merupakan revolusi industri musik atau selera masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja yang mulai merosot?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda