Scroll to Top

Josep Guardiola Menentukan Nasib Tiga Pelatih Ternama

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 29 Feb 2012

Josep Guardiola belum menjadi presiden sebuah klub, namun pergerakannya akan menentukan nasib tiga pelatih musim depan. Keputusannya bertahan atau meninggalkan Barcelona akan membuat degup jantung Andre Villas-Boas (Chelsea), Jose Mourinho (Real Madrid), dan Marcelo Bielsa (Athletic Bilbao) berdetak lebih cepat.

Josep Guardiola 3

Saat ini Barcelona seperti tengah limbung. Mereka tidak lagi menguasai La Liga dengan mudah seperti tiga tahun sebelumnya. Terlalu banyak seri di laga tandang; di samping Real Madrid yang tidak mau hasil kecuali menang, membuat margin besar 10 angka. Bisa jadi ini menjadi titik tolak keputusan Guardiola bertahan atau tidak.

Awal musim ini, Presiden Barcelona, Sandro Rosell, sudah menyiratkan titah, bukan tidak mungkin Barcelona akan mengadakan revolusi. Layaknya sebuah pepatah terkenal, “setiap barang pecah-belah memiliki umur sendiri”, demikian pula sebuah tim impian apa pun. Suatu saat nanti, mereka akan keropos. Rosell sudah mewanti-wanti, tim super sekalipun cuma akan bertahan lima tahun; setelahnya harus ada perubahan.

Saat ini Barcelona memasuki tahun keempat. Kalau Guardiola “mempercayai” ucapan Rosell, ia bisa saja meninggalkan Blaugrana di akhir musim ini; sambil berharap ada pelatih baru yang menyegarkan El Barca. Namun, bisa jadi pula, jika Barcelona gagal menjuarai La Liga, Pep akan memilih bertahan setahun lagi demi memberikan kado manis kepada almamaternya —jika ia memanga berniat pergi—.

Andai Josep Guardiola benar-benar pindah, akan muncul pertanyaan: hendak kemana dia dan siapa penggantinya. Nah, tiga pelatih yang disebut di atas, akan terseret pada pusaran ini.

Asumsi menyebutkan, Pep akan pindah ke Internazionale. Lupakan nasib Claudio Ranieri. Ia mungkin akan kembali menganggur pada akhir musim.

Namun, dampaknya, Inter tidak akan mendekati Andre Villas-Boas yang kini menukangi Chelsea.

Bos Porto, mantan eks klub Villas-Boas, berkata bahwa Chelsea terlalu sukar ditangani AVB. Yang harus dilakukan Villas-Boas adalah pindah ke klub baru seperti yang dilakoni Jose Mourinho. Namun, kalau Pep pindah ke Inter, AVB akan bertahan di Chelsea.

Di sinilah Jose Mourinho muncul. Ia baru saja datang ke Inggris untuk berlibur dan semua media massa menyebutkan bahwa Mou akan bereuni dengan mantan majikan sekaligus musuh bebuyutannnya: Roman Abramovich sang penguasa Chelsea. Andai isu itu benar, Abramovich akan berada dalam dilema.

Mourinho akan membuat para fans kembali bisa menimang gelar Premier League. Namun, AVB dibutuhkan untuk membersihkan Chelsea dari “minyak-minyak tua” seperti Frank Lampard, Florent Malouda, Ashley Cole, dan mungkin saja John Terry.

Percobaan demi percobaan yang dirintis AVB musim ini —memainkan beberapa pemain muda yang tidak populer—- akan sia-sia. Regenerasi akan macet dan Chelsea akan kembali ke pola penguatan lini pertahanan dan mengandalkan daya jelajah pemain —yang sebenarnya sudah dibaca dengan baik oleh klub Liga Inggris—-.

Guardiola ke Inter, AVB batal ke Inter dan bertahan di Chelsea, Jose Mourinho batal ke Chelsea dan bertahan di Real Madrid. Demikian konsep paling disukai Madridistas.

Lalu, siapa pengganti Guardiola? Nama Marcelo Bielsa, eks pelatih timnas Argentina dan kini menukangi Athletic Bilbao, layak dicuatkan. Bielsa dikabarkan sudah berbicara dengan Sandro Rosell untuk Barcelona 2012/2013 atau 2013/2014.

Namun, ini semua hanyalah asumsi. Bukan AVB, Mourinho, Bielsa, atau media yang bisa menebak akhir labirin. Josep Guardiolalah yang menjadi penguasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda