Scroll to Top

Berbagai Kekhawatiran Mengasuh Bayi Pertama di Tahun Awal

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 01 Mar 2012

gendong bayi

Memiliki seorang anak untuk pertama kali, kerap membuahnya berbagai kepanikan. Penyebabnya, orang tua baru, biasanya masih canggung menghadapi berbagai hal baru yang terjadi dengan bayi mereka. Apalagi jika dalam kehidupan mereka tidak ditemani orang dekat, seperti nenek si bayi, yang lebih banyak pengalaman mengasuh bayi. Biasanya, orang tua si bayi jadi sedikit cemas dengan hal-hal yang baru.

Ada beberapa kejadian yang mungkin benar-benar baru sekali Anda temui saat mengasuh si kecil. Namun, jangan takut dulu dan ambil tindakan dengan tenang. Dikutip dari Times of India, ada beberapa kecemasan yang kerap terjadi pada pengasuhan bayi selama tahun pertama.

  • Mudah cemas tentang segala sesuatu. Orang tua sering merasa cemas dan stres tidak beralasan saat melihat bayinya mengalami hal baru. Misalnya muntah, menangis, mengeluarkan ludah, dan sebagainya. Pikiran pun jadi kalut. Sebaiknya, pelajari apa pun yang berhubungan dengan bayi Anda. Tanyakan pada dokter anak, mana yang masih dalam kewajaran dan yang tidak. Dengan berkonsultasi dan belajar, Anda akan lebih tenang menghadapi berbagai kondisi pada bayi Anda.
  • Cemas melihat anaknya menangis. Wajar jika orang tua tidak tega melihat bayinya terus menangis. Teriakan tangisnya cukup membuat orang iba. Jangan langsung kalut. Bayi menjadikan tangisan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan Anda. Misalnya minta makan, mengganti popok karena mengompol,¬† dan sebagainya. Namun, jika tangisan belum berhenti lebih dari satu jam, sebaiknya Anda menghubungi dokter.
  • Memaksa bayi minum susu. Bayi itu sama seperti Anda. Jika waktunya lapar, dia akan memberi sinyal. Jangan hanya mengira-ira bayi lapar sehingga Anda memaksakan bayi untuk bangun dan minum susu. Bayi akan bangun sendiri kalau dia butuh susu. Mengganggu ritme tidur bayi juga tidak baik untuk perkembangan fisiknya.
  • Panik saat gumoh (muntah). Gumoh atau muntah ringan setelah makan itu wajar pada bayi. Anda silakan khawatir dan membawa ke dokter jika muntah terjadi secara berkala. Misalnya 25 sampai 30 menit sekali, bukan karena gumoh biasa. Mungkin itu karena penyakit.
  • Kurang memperhatikan kesehatan mulut. Kesehatan mulut bayi juga harus Anda jaga. Anda bisa membersihkan gusinya memakai kain lembut dan pelan-pelan. Jika sudah muncul gigi, gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut. Jangan biasakan¬† bayi minum susu formula sebagai jalan untuk menidurkannya. Itu cukup menjadi alasan bagi munculnya kerusakan gigi dan masalah gusi.
  • Berdebat dengan pasangan. Kadang karena sama-sama egois ingin memberikan yang terbaik buat bayi, orang tua saling berdebat. Debat tidak menyelesaikan masalah. Anda perlu kerjasama kompak dalam melakukan pengasuhan pada bayi Anda. Singkirkan ego Anda dan hindari berdebat di depan bayi. Umur 4 bulan, bayi sudah bisa mengambil pelajaran dari kejadian di sekitarnya. Untuk menghindari debat, belajarlah cara merawat bayi dari orang tua Anda tentang berbagai hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda