Scroll to Top

Real Madrid vs Espanyol: Menanti Strategi Brilian Calon Pengganti Jose Mourinho

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 03 Mar 2012

Jose Mourinho belum juga berkata apakah ia ingin pergi atau tidak dari Santiago Bernabeu. Namun, pers Spanyol sudah berpikiran buruk. Mereka menduga, andai Real Madrid menjuarai La Liga musim ini, inilah gelar juara liga terakhir Los Blancos bersama The Special One.

Jose Mourinho 1

Kebetulan, duel pekan 25 Liga Spanyol akhir pekan ini akan mempertemukan Real Madrid dan Espanyol. Pelatih Espanyol adalah Mauricio Pochettino, yang digadang-gadang sebagai calon pengganti Jose Mourinho musim depan.

Sejauh ini, Pochettino mampu membuat grafik peringkat Espanyol dari musim ke musim selalu meningkat. Ketika pertama kali menjadi arsitek klub asal Catalan pada pertengahan musim 2008/2009, Pochettino mampu membawa timnya duduk di peringkat 10. Prestasi yang luar biasa karena Espanyol sempat berada di peringkat 18.

Selang semusim, peringkat 11 didapatkan klub berjuluk Periquitos ini. Prestasi memang menurun. Namun, posisi ini didapatkan dalam keadaan konflik Pochettino dengan penyerang legendaris klub (yang juga pernah bermain bersama sang pelatih), Raul Tamudo. Musim lalu, Espanyol naik ke posisi 8 di klasemen akhir.

Musim ini, dengan anggaran yang begitu terbatas plus kontrol keuangan yang ketat dari dewan klub, sebenarnya Espanyol cukup pesimis melakoni Liga Spanyol. Mereka bahkan harus bersiap menjual beberapa pemain demi menghindari utang yang makin menumpuk.

Namun, tangan dingin Pochettino bergerak. Ia sempat membawa klubnya masuk ke zona Liga Champions. Kalaupun sekarang Espanyol terjungkal di peringkat delapan, ini bukanlah hal yang terlalu buruk. Perbedaan mereka dengan Levante, klub dengan posisi 4 hanyalah 2 poin. Artinya, peluang

Espanyol —beserta enam klub lain dalam rentang posisi 4 hingga 9— meraih tiket terakhir ke Liga Champions musim depan, masih sangat relevan.

Satu-satunya kekurangan Espanyol musim ini adalah lini depan yang tumpul. Mengemas 27 gol dari 24 pertandingan, mereka adalah yang terburuk di antara klub-klub di posisi 9 besar.

Hal lain yang cukup mengecewakan adalah langkah pasukan Parkit sebelum bertandang ke Santiago Bernabeu. Sejak Mauricio Pochettino digosipkan akan mengganti Jose Mourinho, Espanyol seperti kehilangan tenaga. Mereka terhempas 0-2 oleh Real Zaragoza sang juru kunci, ditahan 1-1 oleh tuan rumah Getafe, dan terakhir diserobot 1-2 oleh Levante. Tiga kali bertanding dan tak pernah menang bukan catatan yang baik untuk menghadapi Real Madrid.

Namun, di sisi lain, trend positif dibangun Espanyol dalam laga tandang di La Liga. Sejak dikalahkan Valencia 4 Desember 2011 lalu, mereka belum pernah kalah di laga tandang. Pasukan Pochettino menang 1-2 dari Sporting Gijon, dan berturut-turut seri dengan Sevilla (0-0), Bilbao (3-3), dan Getafe (1-1).

Duel denagn Real Madrid sendiri akan menjadi tolak ukur kemampuan strategi Pochettino. Andai menang, ia akan membuat Madridistas sedih sekaligus nyaman. Terluka karena bisa jadi selisih poin menipis dari Barcelona, namun juga tenang karena “sang calon pengganti” The Special One, mampu menunjukkan kualitas di lawatan terakhirnya ke Bernabeu sebelum berganti klub —Andai Mou benar-benar pindah—.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda