Scroll to Top

Berpikir Soal Kehilangan Pekerjaan, Naikkan Tingkat Stres

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 06 Mar 2012

stres-kerja

Tumpukan kertas tugas di meja kerja mungkin membuat pikiran Anda menjadi stres. Namun, Anda akan lebih stres lagi kalau sampai memikirkan kehilangan pekerjaan yang sudah Anda jalani saat ini. Banyak orang lebih memilih tertekan dengan pekerjaan sekali pun sudah overload, daripada posisinya terancam dipecat.

Mindset pekerja yang kerap ingin selalu berada di zona aman membuat mereka merasa ketakutan kehilangan sumber nafkah. Ketidaknyamanan muncul dengan berbagai sebab. Salah satunya adalah sistem kerja kontrak yang membuat pekerja berada dalam ketidakpastian menjelang berakhirnya masa perjanjian kerja.

“Saat ketakutan kehilangan pekerjaan meningkat, seseorang berkurang pula kepuasaan terhadap diri sendiri, pekerjaan, keluarga, juga semakin tidak fokus pada pekerjaan,” ujar Amparo Caballer dari Departemen Psikologi Universitas Valencia, Spanyol, dikutip HealthDay News.

Oleh karena itu, jangan berharap mendapatkan konsistensi kerja maksimal pada pekerja yang masih kebingungan terhadap masa depannya ini. Produktivitasnya juga semakin menurun.

Caballer coba menganalisa hal ini melalui sebuah kuesioner yang diikuti 321 pekerja berbagai bidang, yang berumur rata-rata 32 tahun. Mereka yang berada di posisi buruh atau kalangan “kerah biru”, cenderung lebih takut kehilangan pekerjaan dibanding kalangan pekerja “kerah putih”. Banyak dari mereka merasa tidak bahagia dengan kehidupannya.

“Mereka juga menjadi tidak produktif dibanding kelompok pekerja lainnya,” tutur Caballer.

Penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal Psikologi Spanyol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda