Scroll to Top

Indahnya Jagad Kupu-Kupu di Bantimurung

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 06 Mar 2012

penangkaran kupu-kupu bantimurung

Kupu-kupu memang unik. Saat dia muncul sebagai sosok ulat, banyak orang yang menghindarinya. Karena phobianya, kerap pula ulat dibunuh dengan menggunakan sandal. Lain halnya seusai ulat bermetamorfosa. Dia tidak lagi menjadi binatang yang menjijikkan. Justru kehadirannya membawa kebahagiaan bagi orang yang memandangnya.

Syukurlah habitat kupu-kupu terlindungi di Taman Wisata Alam Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan. Di sana ratusan spesies kupu-kupu hidup bebas tanpa takut didera kepunahan. Pasalnya, di tempat ini terdapat penangkaran kupu-kupu. Bahkan, di sinilah letak habitat kupu-kupu terbesar di nusantara.

Semenjak dari kupu-kupu bertelur, menjadi ulat, sampai bermetamorfosa, semua diperhatian. Pepohonan dan tanaman untuk mencukupi kebutuhan makan ulat disediakan. Di sana ada ratusan pohon jeruk, srikaya, dan sirih hutan. Sebagai tempat nangkring dan makan kupu-kupu, disediakan tanaman kembang sepatu dan bunga asoka. Pastinya, aneka tumbuhan ini menjadi lokasi yang cocok bagi ratusan spesies kupu-kupu.

Di sana, Anda bisa melihat proses penangkaran. Ulat akan ditempatkan pada kandang penangkaran selama sepekan. Setelah itu, ulat akan menjadi kepompong. Dari kepompong untuk berubah menjadi kupu-kupu butuh waktu dua minggu. Saat kupu-kupu mulai terbang, mereka dilepaskan.

Namun, sebagian kecil kupu-kupu juga akan diawetkan. Anda bisa melihat ratusan awetan kupu-kupu yang ada di kawasan seluas 18 hektar ini. Dijamin Anda terhibur dengan keindahan hewan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda