Scroll to Top

Sejarah Buruk Barcelona Kala Final Copa del Rey Digelar di Vicente Calderon

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 07 Mar 2012

Resmi sudah. Bukan Santiago Bernabeu yang dipilih sebagai tempat partai final Copa del Rey. Meski mendapat kecaman dari Athletic Bilbao dan Barcelona, Los Blancos tetap bersikukuh untuk tidak meminjamkan stadion mereka dengan alasan perbaikan beberapa fasilitas.

Barcelona vs athletic bilbao

Vicente Calderon. Markas Atletico Madrid inilah yang akan menjadi saksi duel dua klub peraih gelar Copa del Rey terbanyak.

Barcelona yang terakhir kali menjuarai Piala Raja pada musim 2008/2009 —kebetulan dengan menyikat Athletic Bilbao 4-1— berambisi mendapatkan gelar keempat mereka sepanjang musim ini.

Sebaliknya, Athletic Bilbao tak kalah memiliki sejarah. Mereka terakhir kali menjuarai Copa del Rey 28 tahun lalu. Kebetulan pula, kala itu Barcelona yang dilindas 1-0.

Bicara final di Vicente Calderon, Barcelona sedikit memiliki cerita yang menyesakkan. Di stadion yang dahulu bernama Estadio Manzanares ini, mereka hanya selamat sekali dari tiga percobaan di partai final Copa del Rey.

Final menyakitkan pertama bagi Barcelona di Vicente Calderon terjadi pada musim 1973/1974. Kala itu, Real Madrid meluluhlantakkan Blaugrana dengan skor telak 4-0.

Tujuh tahun kemudian, Barcelona datang ke stadion berkapasitas kurang dari 55.000 itu dengan wajah tegak. Menghadapi Sporting Gijon di final Copa del Rey musim 1980/1981, El Barca mengatasi Sporting dengan angka 3-1.

Namun, partai final terakhir Blaugrana sebelum 25 Mei 2012 mendatang, berjalan perih. Musim 1985/1986 kala Vicente Calderon kembali menjadi tempat pertumpahan darah partai final Piala Raja, Barcelona kembali tumbang. Kali ini, Real Zaragoza yang menerkam mereka 1-0.

Satu kemenangan dan dua kekalahan di partai puncak jelas bukan rekor yang baik untuk Lionel Messi dkk. saat menjalani partai final dua bulan lagi.

Sementara itu, satu-satunya partai final Copa del Rey bagi Athletic Bilbao di Vicente Calderon terjadi pada musim 1976/1977. Ketika itu, Bilbao kalah dengan cara sangat perih. Bermain imbang 2-2 dengan Real Betis, pasukan San Mames tersingkir setelah kalah dalam drama adu penalti 8-7.

Maka, apa yang terjadi ketika dua penguasa bertemu di stadion angker yang tak bersahabat dengan mereka? Jawabannya hanya ada pada akhir Mei mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda