Scroll to Top

Semua Domain .COM bisa Diblokir oleh Amerika

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 08 Mar 2012

Domain dot com

Ketika otoritas Amerika Serikat (AS) menutup sebuah situs taruhan olahraga, Bodog.com, pada seminggu yang lalu, membuat pemilik website di seluruh dunia mengerutkan dahi.

Saat kasus Bodog.com sedang dalam proses, FBI langsung menuju ke VeriSign, sebuah perusahaan berbasis di AS yang mengelola kontrak untuk top level domain.

Seolah-olah pemerintah AS lewat FBI mampu menjangkau siapa saja di belahan bumi manapun. Dan kasus Bodog.com memicu kecemasan mereka. Sebab situs ini didaftarkan oleh perusahaan Kanada.

Kecemasan ini kemudian berujung pada kemarahan. Atas arogansinya AS sebagai polisi internet dunia, mengundang reaksi keras EasyDNS.

EasyDNS adalah sebuah perusahaan infratruktur internet. Namun pemerintah AS memberikan jawaban yang tak kalah mengejutkan.

“Pemerintah Amerika Serikat berhak menyita domain .com, .net, dan .org sebab perusahaan memiliki kontrak untuk mengelola mereka didasarkan pada ‘tanah’ Amerika Serikat,” papar Nicole Naas, juru bicara imigrasi dan bea cukai.

Sebuah birokrasi yang rumit dari kontrak Departemen Perdagangan memicu masalah ini pada tahun 1999 silam.

Kontrak tersebut ditandatangani pada tahun itu dan menyatakan jika domain akan dikontrakkan pada Network Solutions.

Kemudian Networks Solution diakusisi oleh VeriSign pada tahun 2000 silam. Dan perusahaan ini akan mengontrol seluruh domain (.com dan .net) yang digunakan oleh seluruh perusahaan dimanapun pemiliknya berada.

Bodog.com misalnya, domain ini didaftarkan oleh perusahaan Kanada. Namun FBI mampu menutupnya tanpa harus mengalami intervensi oleh pihak berwenang Kanada.

Bodog.com menyediakan layanan taruhan online olahraga. Meski taruhan daring legal di pelbagai wilayah tertentu di dunia, namun di AS hal tersebut sepertinya tidak berlaku.

Jika berbicara soal aksi FBI ini, kita pasti akan teringat kasus Megaupload. Situs ini dibredel paksa akibat kasus hak cipta. Berbasis di Hongkong dan pemiliknya di Selandia Baru.

Ternyata Megaupload mendaftarkan domainnya di Negara Bagian Washington. Namun masterpiece Kim Dotcom tersebut terkena imbas SOPA PIPA bukan karena masalah domain.

Apakah pemerintah AS lewat FBI akan semakin menggurita menutup situs-situs lainnya dengan dalih memberantas kejahatan internet dengan amunisi domain dan SOPA PIPA?

Nampaknya bukan hanya Bodog.com korban terakhir mereka. Seluruh pemilik domain .com di dunia laik untuk was-was.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda