Scroll to Top

Hati-hati Pada Kandungan Garam Dalam Makanan

By C Novita / Published on Friday, 09 Mar 2012

Hati-hati pada garamTentu tidak enak menyantap makanan dengan rasa hambar. Itu sebabnya, hampir semua jenis masakan pasti dibubuhi berbagai macam perasa.

Salah satu jenis perasa makanan yang paling banyak digunakan adalah garam, atau nama lainnya natrium klorida NaCl).

Kita sering mengira bahwa hanya jenis makanan asin saja yang mengandung garam. Padahal, hampir semua jenis masakan, baik itu kue, roti, keripik, atau berbagai jenis lauk-pauk, terkandung garam.

Walaupun jumlahnya memang cenderung sedikit per jenis makanan, namun jika konsumsi dilakukan secara terus-menerus, maka kandungan garam yang masuk ke dalam tubuh pun lama-lama akan tinggi.

Padahal natrium dalam garam jika telah masuk ke dalam tubuh akan berfungsi sebagai penarik dan mengikat air.

Akibatnya volume darah meningkat karena jumlah cairan dalam darah yang meningkat. Jantung pun harus bekerja ekstra kuat memompa darah sehingga tekanan arteri naik. Keadaan tersebut dalam bahasa umum dikenal sebagai tekanan darah tinggi.

Selain tekanan darah tinggi, konsumsi garam yang terlalu berlebihan juga meningkatkan resiko stroke, gagal jantung, osteoporosis, kanker usus, dan penyakit ginjal.

Jadi, mulai sekarang sebaiknya kita memperhatikan asupan garam yang terkandung dalam makanan yang menjadi santapan rutin setiap hari.

Sebab seperti kata pepatah, penyakit parah itu timbul karena kebiasaan buruk yang sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda