Scroll to Top

Ada Peraturan Untuk Penyanyi Dangdut?

By angelberta / Published on Tuesday, 13 Mar 2012

Perlahan namun pasti, musik dangdut bergerak merayap, melintasi batas dan jarak dalam masyarakat Indonesia. Kalau dahulu pagelaran musik dangdut hanya disuguhkan di kampung-kampung karena diremehkan oleh kaum elite perkotaan, kini dangdut sudah bisa menembus kategori pertunjukan bergengsi. Bahkan menjadi sorotan berbagai media.

Musik yang dipelopori oleh Rhoma Irama beserta rombongannya Soneta Group pada tahun 70’an ini, sudah mengalami perkembangan yang luas hingga saat ini. Namun, seiring dengan berkembangnya dangdut, musik yang satu ini tengah menjadi perbincangan baik pro dan kontra.

Peraturan Untuk Penyanyi Dangdut

Banyak pelencengan dari penyanyi dangdut yang bisa kita dengarkan dari lagu yang liriknya vulgar dan seronok maupun aksi-aksi pengundang birahi. Misalnya Dewi Perssik, Annisa Bahar, Julia Perez, Inul Daratista, Uut Permatasari, Ira Swara, Nita Thalia dan Trio Macan, seperti yang pernah diungkapkan oleh Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, pada tahun 2011 mengenai 8 penyanyi dangdut yang dicekal MUI Jabar.

Fenomena tersebut membuat PAMMI angkat bicara. Seperti dilansir Okezone, sebuah program peraturan untuk penyanyi dangdut tengah dirancang oleh Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI). Tujuan program ini yaitu untuk mengontrol lirik/lagu dan aksi goyangan penyanyi dangdut yang dianggap seronok. Sehingga program ini secara tidak langsung mengatur para penyanyi dangdut supaya bisa tampil lebih etis.

“Nantinya kita akan ada workshop untuk penyanyi baru, kayak untuk saling berbagi gimana caranya berpenampilan, nyanyi yang benar. Kita juga akan bekerjasama dengan Kapolri kayak untuk aksi panggung dangdut di daerah-daerah, kita harus tahu. Karena kalau kita langsung buat peraturan enggak boleh begini begitu kan susah nanti ada pro kontra. Makanya kita rangkul pelan-pelan,” begitulah kata Ayu Soraya, selaku selaku Ketua Bidang Sosial PAMMI.

Seperti yang sering kita lihat, tidak sedikit juga penyanyi dangdut baik di daerah-daerah maupun di media elektronik yang lebih banyak menawarkan goyangan/pakaian sedikit seronok dibandingkan dengan kualitas suara dan musiknya.

Ayu Soraya

Jika banyak masyarakat yang menilai bahwa musik dangdut yang sekarang justru memprihatinkan dibandingkan musik dangdut jaman dahulu, bagaimana dengan tanggapan Ayu Soraya sendiri?

“Kalau prihatin sih tergantung masing-masing orang menilainya. Tapi kalau saya sama sekali enggak setuju dengan kostum mereka. Saya sendiri jujur enggak pernah dengarin lagu-lagu yang liriknya vulgar, karena males ya kalau lagu yang enggak bagus didengarin. Kayak lagunya Jupe itu, saya enggak tahu, tapi kalau dari judulnya ya agak mengarah,” tutup Ayu Soraya kemudian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda