Scroll to Top

Real Madrid dan Kutukan Tim Spanyol Melawan CSKA Moskow

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 14 Mar 2012

Real Madrid mungkin merasa sudah berada di perempat final Liga Champions. Hasil seri 1-1 di kandang CSKA Moskwa tiga pekan lalu membawa mereka melayang ke udara. Cuma butuh hasil 0-0 untuk lolos, dengan melihat penampilan Los Blancos yang selalu memetik kemenangan dalam dua bulan terakhir, peluang lolos jelas begitu besar.

Barcelona CSKA Moskow

Namun, Iker Casillas dkk. perlu waspada. CSKA Moskwa pernah menghukum keteledoran dua tim Spanyol. Kedua klub tersebut, memiliki garis takdir yang agak mirip dengan Real Madrid. Sudah bermain imbang 1-1 di Luzhniki, dua klub ini gagal lolos karena tak maksimal bermain di kandang sendiri. Mereka adalah Barcelona musim 1992/1993 dan Sevilla musim 2009/2010.

19 tahun lalu, Barcelona menjadi tim Spanyol paling naas di Liga Champions. Mereka datang sebagai juara bertahan kompetisi tertinggi Eropa ini. Di ronde kedua, lawan yang dihadapi hanyalah CSKA Moskwa. Klub ini pada leg pertama ditahan 1-1 di Lenin Central Stadium (sekarang Luzhniki).

5 November 1992. Leg kedua  80000 penonton di Camp Nou tertawa lebar-lebar. Miguel Angel Nadal dan Txiki Begiristain bergantian membobol wakil Rusia di menit 11 dan 32. Siapa pun akan merasa tenang dengan keunggulan 2-0 plus bermain di kandang sendiri. Maka, ketika Yevgeni Bushmanov memperkecil kedudukan di menit 44, tidak ada yang terlalu mengambil pusing.

Namun, babak kedua berubah menjadi neraka bagi Barcelona. Dalam waktu empat menit, CSKA mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Denis Mashkarin dan Dmitri Karsakov mencetak gol di menit 57 dan 61. Tawa yang menghiasi Camp Nou berubah menjadi derai air mata. Sang juara bertahan gagal lolos setelah didepak di kandang sendiri!

Prestasi CSKA pasca kemenangan dari Barcelona, cukup mengenaskan. Klub Rusia menjadi juru kunci Grup A Liga Champions. Mereka kalah dari Marseille, Glasgow Rangers (Skotlandia), dan Brugge (Belgia).

Musim 2009/2010, kejadian serupa terulang. Kali ini Sevilla yang tertimpa sial di babak 16 besar Liga Champions. Sama seperti Barcelona, Sevilla sudah mampu menahan imbang CSKA 1-1 di Luzhniki di leg pertama.

Leg kedua, optimisme sempat melayang tinggi. Bermain di Ramon Sanchez-Pijzuan, dengan dukungan penih suporter, Sevilla siap mencatat sejarah baru. Namun, Sevilla justru tertinggal lebih dahulu oleh gol Tomas Necid di menit 39. Sempat menyamakan kedudukan di menit 41 lewat Diego Perotti, akhirnya klub Andalusia tewas.

Adalah pemain Jepang, Keisuke Honda, yang mencetak gol kemenangan CSKA di menit 55. Sevilla pun menyusul Barcelona yang terkena kutukan hasil seri 1-1 di Luzhniki.

Namun, nasib CSKA juga tragis. Pasca lolos dari hadangan Sevilla, mereka ditikam Internazionale di babak perempat final.

Kini, Real Madrid akan menjamu CSKA Moskwa di leg kedua perdelapan final Liga Champions. Ingin bermain aman tidak ada dalam kamus. Barcelona dan Sevilla sudah mengajarkan kepada pemilik Santiago Bernabeu, wakil Rusia yang satu ini akan memberikan ancaman sangat serius.

(Mundodeportivo/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda