Scroll to Top

Chelsea Wakil Terakhir Liga Inggris di Liga Champions

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 15 Mar 2012

Perempat final Liga Champions. Spanyol mengutus dua wakilnya: Real Madrid dan Barcelona. Portugal mengirim Benfica. APOEL menjadi duta Siprus. AC Milan menjadi klub Italia terakhir. Bayern Muenchen juga menjadi utusan Bundesliga. Marseille pun meneruskan ambisi Liga Prancis untuk menunjukkan taring mereka.

Chelsea

Di luar hingar-bingar kemenangan mudah klub-klub besar Eropa, tim dari Liga Inggris terpuruk hebat. Ya, di babak delapan besar, tinggal Chelsea yang mampu bertahan. Tiga klub lain sudah angkat kopor lebih dahulu.

Musim 2011/2012, Premier League diwakili empat klub di Liga Champions. Mereka adalah berturut-turut Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. Tiga nama pertama langsung lolos ke babak 32 besar berkat koefisen Liga Inggris yang begitu tinggi. Inggris mendapatkan 81.856 poin dan bertengger di puncak ranking, mengalahkan Spanyol dan Italia.

Sementara, Arsenal harus berjibaku dengan Udinese terlebih dahulu di babak kualifikasi untuk masuk ke 32 besar. Unggul agregat 3-1, The Gunners membuat Inggris (bersama Spanyol) menjadi negara dengan wakil terbanyak di penyisihan grup. Sesuai kebiasaan dalam beberapa musim terakhir, semestinya keempat klub Premier League mampu memberikan hasil maksimal alias lolos ke perdelapan final. Namun, yang terjadi di luar dugaan.

Babak 32 besar tampak mudah bagi Manchester United. Finalis musim lalu, cuma berhadapan dengan Otelul Galati, Benfica, dan Basel. Nyatanya, justru United cuma mengantongi dua kemenangan dari 6 laga. Setan Merah tersisih.

Sang tetangga yang ribut, Manchester City, setali tiga uang. City kalah satu angka dari Napoli, yang untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions setelah sekian lama. Kehancuran The Citizens di Liga Champions diwarnai oleh penolakan Carlos Tevez untuk bermain saat City bertandang ke Allianz Arena.

Tinggal Arsenal dan Chelsea yang tersisa di babak perdelapan final. Harapan menipis ketika melihat hasil leg pertama 16 besar. Arsenal dibuat tak berkutik 4-0 oleh AC Milan. Sementara, Chelsea diremukkan Napoli 3-1 di San Paolo.

Inggris terancam. Bisa-bisa tidak ada satu wakil pun di perempat final. Perjuangan heroik Arsenal di Emirates Stadium tak cukup membantu mereka lolos. Meski menang 3-0, Arsenal kalah agregat 3-4.

Chelsea jelas sangat diremehkan untuk melanjutkan petualangan di Liga Champions musim ini. Banyak yang memprediksi, Napoli bisa memetik hasil seri atau paling tidak kalah dengan margin satu gol.

Namun, kali ini keajaiban hadir. Stamford Bridge menjadi saksi permainan efisien The Blues. Skor 4-1 setelah perpanjangan waktu membawa mereka menapak ke perempat final.

Adalah sebuah hal ironis ketika kita melihat betapa terbaliknya keadaan ini dengan klasemen Liga Inggris. Manchester United dan City ada di peringkat pertama dan kedua. Sementara, Arsenal di peringkat empat dengan perbedaan satu angka saja dari Tottenham Hotspurs.

Nyatanya, klub yang berada di peringkat terbawah di klasemen sementara — di antara empat partisipan di Liga Champions–, justru menjadi satu-satunya harapan Premier League.

Chelsea cuma duduk di peringkat kelima setelah krisis berkepanjangan bersama Andre Villas-Boas. Para fans Liga Inggris pun sepakat untuk memberikan dua kata saja untuk The Blues atas capaian ini: Well done.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda